Selama satu tahun dia mengutak-atik YouTube dan mengunggah konten tinjunya. Namun, dia merasa tidak ada perkembangan di kanal YouTube-nya.
“Saya sudah merambah di dunia YouTube juga selama 1 tahun. Ternyata masih stuck di situ-situ aja belum ada perkembangan,” cerita Paris.
Baca Juga:
PKS Sei Mangkei Konsestensi dalam menjalanknan Sistem Roundtable Sistenanable Palm Oil ( RSPO) dan Perketat Mutu TBS Pemasok Pihak 3 dari Segala Lini
“Jadi ada temen dari rumah yang bener-bener nawarin, namanya Riki sama Rio, dah buat konten TikTok aja, mana tau rejeki,” sambungnya.
Mulanya, Paris tidak mengarah pohon pisang sebagai sasaran tinjunya, melainkan objek yang lebih ekstrem, seperti meninju dinding beton atau tiang listrik.
Sayangnya, videonya meninju objek ekstrem ini justru mendapat pelanggaran konten dari pihak TikTok. Setelah memutar otak, Paris memutuskan untuk menjadikan pohon pisang sebagai objke tinjunya.
Baca Juga:
Kronologi Lengkap: Jaket Ojol Rp300 Ribu Jadi Alat 'Viral' Tiga WNA di Bali
“Di pohon pisang, views-nya, udah gitu banyak yang komen, banyak yang request, jadi kita kan lebih semangat bikin konten. Itulah, udah mulai, yaudah kita kontennya mukulin pokok pisang aja.”
Setelah Salam dari Binjai viral dan kontennya menjual, Paris Pernandes memutuskan resign dari pekerjaannya sebagai pegawai di sebuah toko retail.
“Saya bertukar pikiran sama tim. Jadi content creator lebih bagus jalannya, lebih berkembang. Jadi jalani aja. Jadi temen-temen di toko juga mendukung, jadi saya resign tanggal 28 Oktober 2021,” ungkapnya.