"Maranggir sebenarnya sudah dicatatkan di kalender pesta budaya Pemerintah Provinsi Sumatera Utara," ucap tokoh adat, Rosul Damanik.
Salah seorang keturunan Sipukka Huta Tuan Sarimatondang, Edison Damanik, menerangkan jika Bah Damanik merupakan tempat sakral peninggalan leluhur mereka.
Baca Juga:
Lomba Busana dan Desainer Etnik Ulos Resmi Ditutup, Hasilkan Para Juara
Dulunya, mereka kerap diajak ke Bah Damanik untuk “Maranggir” ataupun hanya sekedar mandi.
Di lokasi tersebut, lanjut dia, terdapat beberapa peninggalan leluhur yang mulai menghilang.
"Pemandian Bah Damanik adalah tempat yang sakral dan harus dilestarikan," pungkasnya. [dhn]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.