Selain jeruk, apel merah kerap disajikan sebagai simbol perdamaian. Dalam bahasa Mandarin, apel disebut 苹果 (píng guǒ), di mana aksara 苹 (píng) memiliki pengucapan serupa dengan 平 (píng) yang bermakna kedamaian dan ketenangan.
Warna merahnya juga mencerminkan energi positif, kebahagiaan, dan keberuntungan.
Baca Juga:
PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Bandar Siap Pengamanan Perayaan Imlek
Buah nanas atau kue nastar berbahan selai nanas juga menjadi sajian khas Imlek.
Dalam dialek Hokkien, nanas disebut "Ong Lai," yang bunyinya mirip dengan 旺来 (wàng lái) dalam Mandarin, yang berarti datangnya keberuntungan dan kemakmuran.
Kue keranjang, penganan manis dari beras ketan dan gula, juga menjadi hidangan wajib. Dalam bahasa Mandarin, kue ini disebut 年糕 (nián gāo), yang pelafalannya mirip dengan 年高 (nián gāo). Kata 年 (nián) berarti tahun, sedangkan 高 (gāo) berarti tinggi.
Baca Juga:
Wamendag Tinjau Harga Bapok Jelang Imlek dan Ramadan, Pastikan Stabil
Oleh karena itu, kue keranjang dipercaya melambangkan peningkatan rezeki, jabatan, atau kemakmuran di tahun yang baru.
Lapis legit, kue berlapis-lapis yang sering hadir dalam perayaan Imlek, juga memiliki makna keberlimpahan. Semakin banyak lapisan dalam kue, semakin besar harapan untuk rezeki yang berlipat ganda di tahun mendatang.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.