WahanaNews.co |
Para peneliti Jet Propulsion Laboratory NASA dan University of New Mexico,
Amerika Serikat, menemukan planet mirip Bumi, berikut atmosfernya. Planet
tersebut membuat para ilmuwan bersemangat untuk terus menguak kemungkinan
adanya kehidupan di luar Bumi.
Baca Juga:
Soal Temuan Tanda Kehidupan di Planet K2-18b, Ilmuwan Mulai Meragukan
Para peneliti mengidentifikasi eksoplanet tersebut sebagai
TOI-1231b yang mengorbit bintang katai M, atau yang dikenal sebagai katai
merah. Dilansir dari The Independent, Senin (14/6/2021), para ilmuwan mampu
mengkarakterisasi bintang itu, dan mengukur jari-jari, serta massa dari exoplanet
TOI-1231 b.
Selanjutnya, informasi ini memberi mereka data yang
diperlukan untuk menghitung kepadatan, dan berhipotesis dari apa atmosfer
terbuat. Planet mirip Bumi ini berukuran sub-Neptunus yang memiliki iklim
sedang dengan orbit 24 hari, delapan kali lebih dekat ke bintangnya daripada
Bumi ke matahari.
Akan tetapi, suhu planet ini, menurut peneliti NASA, mirip
dengan Bumi. Sebab, bintang katai merah itu sendiri tidak cukup kuat. Atmosfer
planet tersebut sekitar 140 derajat Fahrenheit, menjadikan TOI-1231b sebagai
salah satu exoplanet kecil paling dingin yang dapat diakses untuk studi
atmosfer yang pernah ditemukan.
Baca Juga:
NASA Berhasil Rekam Citra 'Lukisan' van Gogh di Langit Planet Jupiter
Ada kemungkinan bahwa ada awan tinggi yang berada lebih
tinggi di atmosfer, dan mungkin bukti adanya air.
"Pengamatan di masa depan dari planet baru ini akan
memungkinkan kita menentukan seberapa umum (atau jarang) awan air terbentuk di
sekitar dunia beriklim sedang ini," kata ilmuwan NASA JPL Jennifer Burt.
Asisten profesor di Departemen Fisika dan Astronomi UNM
Diana Dragomir juga menambahkan bahwa studi lebih lanjut akan diperlukan untuk
memahami secara tepat bagaimana komposisi planet baru yang ditemukan ilmuwan
NASA, yang disebut mirip Bumi ini.
"Kepadatan rendah TOI-1231b menunjukkan bahwa ia
dikelilingi oleh atmosfer yang substansial daripada menjadi planet berbatu.
Tapi komposisi dan luasnya atmosfer ini tidak diketahui!" kata Dragomir.
Lebih lanjut Dragomir mengataan TOI-1231b dapat memiliki
atmosfer hidrogen atau hidrogen-helium yang besar, atau atmosfer uap air yang
lebih padat.
Masing-masing akan menunjukkan asal yang berbeda,
memungkinkan para astronom untuk memahami apakah dan bagaimana planet terbentuk
secara berbeda di sekitar katai M jika dibandingkan dengan planet di sekitar
Matahari.
Para ilmuwan dapat melakukan studi ini dengan menyelidiki
apakah gas sedang meledak dan mencari bukti atom hidrogen dan helium, yakni
sesuatu yang biasanya tidak mungkin karena keberadaan mereka tertutup oleh gas
antarbintang.
Kendati demikian, karena sistem planet-bintang ini bergerak
cepat menjauh dari Bumi, para ilmuwan berharap hal itu dapat dicapai.
"Salah satu hasil paling menarik dari dua dekade
terakhir ilmu planet ekstrasurya adalah, sejauh ini, tidak ada sistem planet
baru yang kami temukan terlihat seperti tata surya kita sendiri," kata
Burt.
Burt menambahkan bahwa sistem tersebut penuh dengan planet
seukuran Bumi dan Neptunus pada orbit yang jauh lebih pendek daripada
Merkurius.
"Jadi kami tidak memiliki contoh lokal untuk
membandingkannya. Planet baru yang kami temukan ini masih aneh, tapi ini satu
langkah lebih dekat untuk menjadi seperti planet tetangga kita," jelas
Burt.
Selanjutnya, Burt menambahkan jika dibandingkan dengan
kebanyakan planet transit yang terdeteksi sejauh ini, yang sering memiliki suhu
terik dalam ratusan atau ribuan derajat, exoplanet TOI-1231b justru sangat
dingin. [dhn]