Propaganda seringkali diasosiasikan dengan suatu hal yang buruk.
Hal ini terjadi karena memang propaganda seringkali dipakai dalam situasi krisis, termasuk dalam kondisi perang.
Baca Juga:
Rusia Hujani Drone Ukraina, 77 Pesawat Nirawak Ditembak Jatuh dalam Semalam
Selain itu, propaganda seringkali berkonotasi negatif karena dalam sejarahnya, propaganda pernah dipakai oleh Nazi dan Uni Soviet dalam menyebarkan ideologinya di Perang Dunia II.
Penyebaran ideologi yang dilakukan oleh Nazi dan Uni Soviet dilakukan melalui gerakan politik melalui media massa yang pada saat itu dianggap sebagai suatu kegiatan yang kontroversial.
Bagaimana dengan Barat?
Baca Juga:
Yusril Sebut 'Dirty Vote' Tak Berimbang: Wajar Disebut Pesanan
Hal yang kurang lebih sama juga dilakukan pihak Sekutu (Amerika Serikat cs) dalam kecamuk Perang Dunia II tersebut.
Setelah PD II, yang rajin melancarkan propaganda adalah Korea Utara pasca Perang Korea yang membelah Semenanjung Korea menjadi 2 bagian.
Dalam buku Kepemimpinan Politik Perspektif Komunikasi, disebutkan bahwa secara sistematis propaganda akan membentuk suatu persepsi dan kognisi yang akan memengaruhi respons perilaku propaganda.