Fujimoto sebelumnya telah dikenal lewat film “Passage of Life” dan “Along the Sea”, yang juga mengeksplorasi tema migrasi dan keterasingan.
Ia menuturkan bahwa selama lebih dari 12 tahun bekerja di Myanmar, isu Rohingya masih dianggap tabu untuk dibicarakan secara terbuka.
Baca Juga:
Polres Subulussalam Berhasil Amankan Tiga Orang Terduga Pelaku TPPO Rohingya
“Keheningan itu menjadi motivasi bagi saya untuk membuat film ini,” ungkapnya. Ia ingin menghadirkan gambaran nyata tentang pencarian kedamaian dan harapan rakyat Rohingya.
Keaslian cerita semakin kuat dengan penggunaan bahasa Rohingya sepanjang film.
Lebih dari 200 orang Rohingya dilibatkan, termasuk dua kakak-beradik Rohingya yang menjadi pemeran utama.
Baca Juga:
Kemenag Kabupaten Aceh Barat Telusuri Pasangan Rohingya Nikah di Lokasi Penampungan
Meski bukan aktor profesional, pengalaman pribadi mereka yang tak jauh berbeda dengan perjalanan pengungsi sungguhan memberikan kedalaman emosional yang sulit didapat dari aktor biasa.
Produser bersama, Sujauddin Karimuddin, menekankan pentingnya proyek ini.
Menurutnya, film ini menjadi film pertama berbahasa Rohingya yang diperankan sepenuhnya oleh orang Rohingya.