Lebih lanjut, Budiman Sudjatmiko
menuturkan betapa pentingnya pengetahuan dan ilmu di era media sosial. Sebab,
dampaknya kini bisa menjadi luas.
Oleh sebab itu, Budiman Sudjatmiko
menghimbau agar hati-hati dan jangan sampai menyebarkan pengetahuan yang keliru.
Baca Juga:
UAS Senggol Program MBG, Prabowo Tetap Optimis Mampu Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi
"Tuips... Tak berpengetahuan dan tak berilmu di era media sosial ini
sungguh berbahaya. Dulu ketidaktahuan mungkin cuma berdampak di keluarga atau
lingkungan terbatas. Tapi di era medsos ia berdampak luas. Hati-hati,"
ujar Budiman Sudjatmiko.
"Jangankan niat tanpa ilmu, niat baik tanpa ilmu pun bisa menimbulkan
petaka. Terlebih era di media sosial. Tapi era medsos juga memberimu kesempatan
belajar seluas-luasnya dan mengerti sedalam-dalamnya. Gratis
pula. Asal mau, kecuali situ tidak tahu malu,"sambung
dia.
Budiman Sudjatmiko kemudian
menegaskan, sebagai tokoh, Ustadz Abdul Somad jangan sembarangan
mengeluarkan pernyataan.
Baca Juga:
Warga Mukomuko Padati Tabligh Akbar Ustadz Abdul Somad pada Hari Jadi Ke-21
Sebab, menurutnya, kebenaran
tidak lagi berasal dari satu mimbar tempat Ustadz Abdul
Somad berdiri.
"Dulu hanya jadi bodoh yang gratis. Sekarang jadi pintar pun bisa gratis
kok. Jadi tokoh jangan sembarangan mengeluarkan pernyataan. Kebenaran tak lagi
berasal dari 1 mimbar tempatmu berdiri," terang Budiman Sudjatmiko.
"Hanya karena kamu yang berdiri di atas mimbar, bukan berarti kamu
selalu benar. Turun dan duduklah dalam lingkaran dan bertukar pikiran. Di sini
kita bisa sama-sama mengenali kebenaran dalam busana kebaikan,"
tandasnya.