Peran guru disiplin bernama Bu Woro yang menjadi pemicu awal konflik dimainkan oleh Aulia Sarah.
Karakter ini digambarkan tegas dan menimbulkan ketegangan yang berujung pada peristiwa mistis.
Baca Juga:
Rekomendasi Film Horor Mei 2026, Hadirkan Kisah Mencekam dan Penuh Misteri
Kehadiran aktor pendukung seperti Taskya Namya dan Andri Mashadi semakin memperkuat alur cerita serta menambah intensitas horor yang dirasakan penonton.
Film ini mengangkat kepercayaan masyarakat tentang larangan keluar rumah saat waktu Maghrib, sebuah mitos yang dipercaya dapat membuka celah hadirnya gangguan makhluk gaib.
Kepercayaan tersebut dikemas dalam alur cerita yang relevan dengan kehidupan masyarakat, sehingga menciptakan rasa takut yang dekat dengan pengalaman sehari-hari.
Baca Juga:
Joko Anwar Hadirkan Ghost in the Cell, Kisah Napi Hadapi Teror Hantu dan Ketidakadilan
Dari sisi produksi, Rapi Films dan Sky Media sukses menyajikan Waktu Maghrib dengan kualitas sinematografi yang mencekam, tata suara yang mendukung suasana horor, serta penggambaran desa yang menambah kesan sunyi dan menyeramkan.
Perpaduan cerita, visual, dan unsur budaya menjadikan film ini memiliki identitas horor khas Indonesia.
Kesuksesan film pertama mendorong lahirnya sekuel berjudul Waktu Maghrib 2 yang resmi tayang di bioskop Indonesia pada Mei 2025.