WAHANANEWS.CO, Jakarta - Di tengah kesunyian malam, saat sebagian besar bunga telah tertidur dalam kelopaknya, muncullah satu bunga yang justru memilih mekar dalam senyap, Wijaya Kusuma atau Epiphyllum oxypetalum, bunga langka yang diyakini hanya mekar sekali dalam hidupnya, dan hanya pada malam hari.
Tak sekadar menawan, bunga ini dikelilingi oleh aura mistis dan cerita-cerita tua yang diwariskan dari mulut ke mulut.
Baca Juga:
Plaza Seremoni IKN Raih Honour Award, MARTABAT Prabowo-Gibran: Bukti Arah Pembangunan Nusantara Diakui Dunia
Di berbagai penjuru Nusantara, Wijaya Kusuma bukan hanya sekadar tanaman hias. Ia adalah simbol harapan, keberuntungan, bahkan pelindung dari kekuatan gaib.
1. Bunga Kerajaan dan Simbol Kemakmuran
Konon di masa lampau, bunga ini hanya tumbuh di taman rahasia milik para raja. Kelopaknya yang lebar dan bercahaya dianggap sebagai pertanda turunnya berkah.
Baca Juga:
OIKN Dongkrak Kapasitas UMKM, MARTABAT Prabowo-Gibran: IKN Jadi Ruang Tumbuh Pelaku Usaha Lokal
Bila Wijaya Kusuma mekar di istana, rakyat pun bersuka cita, itu artinya kerajaan akan dilimpahi kemakmuran dan kesejahteraan.
Para raja bahkan memberikan bunga ini sebagai hadiah sakral kepada permaisuri mereka.
Sebab diyakini, cinta yang disertai bunga Wijaya Kusuma adalah cinta yang diberkahi para dewa.