WAHANANEWS.CO, Jakarta - Kasus dugaan keracunan massal yang menimpa puluhan siswa sekolah dasar di Jakarta Timur langsung memicu respons cepat Badan Gizi Nasional (BGN) yang menyampaikan permintaan maaf sekaligus mengambil langkah tegas, Sabtu (4/4/2025).
Insiden tersebut melibatkan sebanyak 72 siswa SD di kawasan Duren Sawit yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis (2/4/2025).
Baca Juga:
BGN Buka Suara, Susu MBG di Minimarket Bukan Produk Resmi
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini,” ujar Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang dalam keterangan pers.
BGN memastikan seluruh korban akan mendapatkan penanganan maksimal dengan menanggung seluruh biaya pengobatan di rumah sakit.
“Kami juga akan bertanggung jawab terhadap seluruh biaya pengobatan di rumah sakit,” ucap Nanik.
Baca Juga:
Bikin BGN Murka Usai Joget di Dapur, Pria Ini Ternyata Kelola 7 Titik SPPG
Sebagai langkah penanganan awal, BGN juga langsung menghentikan operasional dapur penyedia makanan yang diduga menjadi sumber masalah.
Keputusan penghentian ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pengamanan sekaligus evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional dapur.
“Selain itu, SPPG Pondok Kelapa kami suspend untuk waktu yang tidak terbatas karena kondisi dapur, termasuk tata letak dan IPAL, masih belum memenuhi standar,” tegas Nanik.