WAHANANEWS.CO, Jakarta - Aksi joget seorang pria di dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) berbuntut panjang setelah terungkap bahwa yang bersangkutan mengelola hingga tujuh titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), memicu teguran keras dari Badan Gizi Nasional (BGN), Selasa (24/3/2026).
Temuan ini menjadi sorotan karena program MBG merupakan inisiatif pemerintah yang berorientasi pada peningkatan gizi anak, bukan sebagai ladang bisnis atau konten hiburan.
Baca Juga:
Rudal Iran Hantam Dekat Tel Aviv, Belasan Warga Terluka
“Jadi saya ingat katanya sih, dia dapat tujuh dapur ya, tujuh titik, tapi yang running baru satu yang sudah mulai,” kata Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang, Selasa (24/3/2026).
Ia menjelaskan bahwa enam titik lainnya masih dalam tahap persiapan dan belum beroperasi sehingga akan berada dalam pengawasan ketat pihak BGN.
“Ini bukan bisnis ya, ini adalah program pemerintah untuk mencerdaskan anak-anak, bukan kemudian dilakukan seperti itu,” tegasnya.
Baca Juga:
Ikuti Maps, Ratusan Mobil Malah Nyasar ke Sawah di Sleman!
BGN mengambil langkah tegas dengan membekukan sementara operasional satu SPPG yang telah berjalan karena ditemukan pelanggaran terhadap petunjuk teknis yang berlaku.
Langkah ini diambil sebagai bentuk penegakan standar dalam pelaksanaan program agar tetap sesuai dengan tujuan awalnya.
“Ini, ini, saya juga nggak tahu dia, tapi yang running katanya baru satu, nanti yang lainnya enam kita awasi,” ujar Nanik.