WAHANANEWS.CO - Banjir kembali meluas di Kabupaten Bekasi siang ini dengan puluhan desa terendam dan puluhan ribu keluarga terdampak, memaksa ribuan warga mengungsi ke lokasi aman.
Sejumlah wilayah di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dilaporkan terendam banjir pada Kamis (29/1/2026), dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi mencatat sebanyak 41 desa di 13 kecamatan terdampak genangan air.
Baca Juga:
Pemkab Bekasi Terapkan Kerja Fleksibel bagi ASN Terdampak Banjir
"Desa terdampak 41, kecamatan terdampak 13," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi Dodi Supriadi dalam keterangannya, Kamis (29/1/2026).
Dodi menjelaskan banjir tersebut berdampak pada 37.879 kepala keluarga, dengan 6.027 kepala keluarga terpaksa mengungsi ke lokasi pengungsian yang hingga kini berjumlah 21 titik.
BPBD Kabupaten Bekasi masih terus melakukan pendataan sekaligus mengevakuasi warga terdampak, sementara pemantauan kondisi lapangan dilakukan bersama berbagai pemangku kepentingan terkait.
Baca Juga:
Cegah Risiko Kelistrikan Saat Banjir, PLN Imbau Warga Matikan MCB Jika Air Masuk Rumah
Adapun wilayah terdampak banjir di Kecamatan Taruma Jaya meliputi Desa Samudra Jaya dengan tinggi muka air 10–30 sentimeter, Desa Segara Makmur dengan tinggi muka air 20–60 sentimeter, Desa Pusaka Rakyat dengan tinggi muka air 10–40 sentimeter, serta Desa Segarajaya dengan tinggi muka air 30–70 sentimeter.
Di Kecamatan Babelan, banjir menggenangi Desa Buni Bakti dengan tinggi muka air 30–50 sentimeter, Desa Muara Bakti dengan tinggi muka air 20–50 sentimeter, Desa Hurip Jaya dengan tinggi muka air 10–20 sentimeter, Desa Kedungjaya dengan tinggi muka air 30–65 sentimeter, Desa Kedungpengawas dengan tinggi muka air 20–40 sentimeter, Desa Babelan Kota dengan tinggi muka air 30–40 sentimeter, Kelurahan Bahagia dengan tinggi muka air 30–85 sentimeter, serta Kelurahan Kebalen dengan tinggi muka air 40–100 sentimeter.
Banjir di Kecamatan Tambun Utara merendam Desa Satria Mekar dengan tinggi muka air 60–100 sentimeter, Desa Srimukti dengan tinggi muka air 30–50 sentimeter, Desa Srijaya dengan tinggi muka air 30–50 sentimeter, Desa Sri Amur dengan tinggi muka air 80–120 sentimeter, Desa Satria Jaya dengan tinggi muka air 30–70 sentimeter, serta Desa Karangsatria dengan tinggi muka air 50–70 sentimeter.