WAHANANEWS.CO, Jakarta - Ledakan dahsyat yang diduga berasal dari bom peninggalan Perang Dunia II mengguncang Kompleks Perikanan, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Papua. Insiden pada Minggu (31/5/2026) sekitar pukul 14.45 WIT itu menewaskan lima orang, menyebabkan tiga warga lainnya hilang, serta merusak sejumlah rumah di sekitar lokasi.
Berdasarkan informasi yang disampaikan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) melalui akun Instagram resmi @sar_nasional dan Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Biak, ledakan diduga berasal dari area bawah rumah panggung milik warga bernama Yulianus Raubaba.
Baca Juga:
Rusia Incar Biak, Papua? Indonesia Bilang Tidak, Dunia Tetap Waspada
"Warga yang berada di lokasi menyampaikan bahwa ledakan terdengar sangat keras dan getarannya terasa hingga beberapa kilometer dari titik kejadian. Material bangunan dan benda keras terlontar ke udara akibat kuatnya ledakan tersebut," tulis keterangan yang diunggah Basarnas, Senin (1/6/2026).
Ledakan terjadi secara tiba-tiba dan langsung meruntuhkan bangunan di sekitar Kompleks Perikanan. Warga yang berada di lokasi kejadian segera berupaya memberikan pertolongan kepada korban sebelum aparat keamanan dan tim penyelamat tiba untuk melakukan evakuasi serta mengamankan area.
Disebutkan, ledakan dahsyat tersebut terjadi secara tiba-tiba dan langsung meruntuhkan bangunan rumah warga di sekitar area Kompleks Perikanan.
Baca Juga:
Pemerintah Bongkar Fakta di Balik Isu Pangkalan Militer Rusia di Papua
Mengutip akun Instagram resmi @/kantorsar_biak, ledakan ini juga memicu kepanikan warga.
"Saksi mata menuturkan getaran dan bunyi ledakan terdengar sangat kuat hingga radius beberapa kilometer dari lokasi kejadian, seketika menghancurkan struktur bangunan di sekelilingnya dan melontarkan material keras ke udara," tulis @/kantorsar_biak, dikuip Senin (1/6/2026).
"Sesaat pasca-ledakan, warga setempat yang berada di lokasi langsung berhamburan untuk melakukan upaya pertolongan pertama kepada para korban sebelum akhirnya aparat keamanan dan tim penyelamat tiba untuk mengambil alih serta mengamankan area," tambah kantor sar biak.