WAHANANEWS.CO - Mutasi besar-besaran kembali digulirkan Polri, dan satu nama langsung mencuri perhatian karena rekam jejaknya yang keras terhadap premanisme.
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo melakukan mutasi, rotasi, dan promosi jabatan terhadap 71 perwira menengah dan perwira tinggi Polri, salah satunya Brigjen Pol Hengki Haryadi yang dipercaya mengemban jabatan baru sebagai Wakapolda Riau.
Baca Juga:
Supardi Ahmad: Kedudukan Polri Sudah Tegas di Konstitusi
Berdasarkan data yang dihimpun, Selasa (23/12/2025) -- mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Nomor ST/2781/XII/KEP/2025 tertanggal 15 Desember 2025 yang ditandatangani Kapolri atas nama As SDM Irjen Pol Anwar.
Dalam surat telegram itu, Hengki yang sebelumnya menjabat sebagai Penyidik Tindak Pidana Utama TK II Bareskrim Polri resmi dipromosikan menjadi Wakapolda Riau.
Selama berkarier di Korps Bhayangkara, lulusan Akademi Kepolisian 1996 ini dikenal sebagai perwira dengan pengalaman panjang dan tajam di bidang reserse.
Baca Juga:
Brigjen Pol Alfred Papare Resmi Jabat Kapolda Papua Barat, Lanjutkan Prestasi Pendahulu dan Perkuat Sinergi
Karier kepolisian Hengki dimulai sebagai Pamapta II di Polres Dili pada 1997 sebelum kemudian dipercaya mengisi sejumlah jabatan strategis di bidang lalu lintas dan reserse.
Pada 2001, Hengki menjabat sebagai Kasat Lantas Polres Garut, lalu menjadi Pama Polda Lampung pada 2002 dan selanjutnya dipercaya sebagai Kasat Reskrim Polrestabes Bandar Lampung.
Perjalanan kariernya berlanjut dengan penugasan sebagai Kanit III Sat I Dit Reskrim Polda Lampung pada 2008 hingga akhirnya ditarik ke Polda Metro Jaya pada 2010.
Di Polda Metro Jaya, Hengki sempat menjabat sebagai Kasubbag Kermalat Bagbinlat Ro Ops sebelum dipercaya menjadi Kapolsek Metro Gambir setahun kemudian.
Jenderal polisi kelahiran Palembang, Sumatera Selatan, 16 Oktober 1974 ini dikenal luas publik karena rekam jejaknya yang fenomenal dalam pemberantasan premanisme di Ibu Kota.
Saat menjabat sebagai Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Hengki memegang teguh prinsip “Negara Tidak Boleh Kalah oleh Premanisme” yang menjadi ciri kepemimpinannya.
Sejumlah tokoh yang identik dengan kelompok premanisme seperti Hercules dan John Kei pernah merasakan langsung ketegasan penegakan hukum yang dipimpinnya.
Tidak hanya itu, berbagai perkara besar juga ditangani Hengki saat menjabat sebagai Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Kapolres
Metro Jakarta Barat, dan Kapolres Metro Jakarta Pusat.
Salah satu kasus yang menyita perhatian publik adalah penangkapan artis Nia Ramadhani dan suaminya Ardi Bakrie terkait penyalahgunaan narkoba jenis sabu pada 2021.
Hengki juga dikenal berhasil membongkar sindikat mafia tanah yang melibatkan oknum pejabat Badan Pertanahan Nasional.
Dalam pengungkapan tersebut, tersangka berinisial PS yang menjabat Ketua Ajudikasi PTSL BPN di Jakarta ditangkap di Depok pada Selasa (12/07/2022).
Selain kasus kriminal umum, Hengki juga pernah memimpin langsung penangkapan pimpinan Khilafatul Muslimin, Abdul Qadir Hasan Baraja, di wilayah Lampung.
Dari sisi pendidikan, Hengki menempuh pendidikan kepolisian di Akpol 1996, PTIK 2004, Sespim dan Sespimti pada 2020, serta Lemhannas pada tahun yang sama.
Riwayat jabatan yang panjang mulai dari Kasat Lantas, Kasat Reskrim, Kapolsek, Kapolres, hingga Dirreskrimum Polda Metro Jaya mengantarkan Hengki ke posisi strategis sebagai Wakapolda Riau.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]