WAHANANEWS.CO, Jakarta - Tragedi tewasnya anggota Satuan Polisi Pamong Praja Kebumen, Mochamad Faik, saat proses penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Desa Krakal, Kecamatan Alian, menjadi peristiwa berdarah yang menyisakan duka sekaligus sorotan serius terhadap risiko evakuasi ODGJ di lapangan, Kamis (5/2/2026).
Peristiwa yang berujung hilangnya nyawa petugas negara itu terjadi ketika tim gabungan berupaya mengamankan seorang ODGJ berinisial Ruwadi dengan pendekatan persuasif sebelum akhirnya situasi berubah menjadi penyerangan brutal.
Baca Juga:
Terancam Dipecat, ASN di Kebumen Terlibat Skandal Cinta Terlarang hingga Melahirkan
Dalam insiden tersebut, Mochamad Faik yang berstatus tenaga non-ASN Satpol PP Kebumen menjadi korban paling fatal setelah terkena sabetan senjata tajam di bagian leher kiri.
Korban sempat mendapatkan pertolongan pertama di Puskesmas Alian sebelum dirujuk ke RS Jenderal Soedirman, namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia sekitar 30 menit setelah tiba di rumah sakit.
Selain korban meninggal, satu anggota Koramil Alian juga mengalami luka ringan akibat serangan mendadak pelaku.
Baca Juga:
Mendorong Perluasan Areal Tanam di Kebumen dan Purworejo, Jawa Tengah
Insiden ini terjadi pada Senin (2/2/2026) sekitar pukul 14.00 WIB di Dukuh Krajan RT 002 RW 003, Desa Krakal, saat tim gabungan hendak memasukkan pelaku ke dalam ambulans.
Tim evakuasi terdiri dari tiga personel Polsek Alian, dua anggota Koramil Alian, lima anggota Satpol PP, perangkat desa, tenaga kesehatan dari Puskesmas Alian, serta pihak keluarga pelaku.
Situasi berubah drastis ketika ODGJ tersebut mengamuk dan menyerang petugas menggunakan sejumlah senjata berbahaya yang dibawanya.