Dengan begitu, proses perbaikan menjadi rangkaian perjalanan panjang dari pagi hingga subuh berikutnya.
“Kendati medan cukup menantang, petugas bekerja nonstop 24 jam agar jaringan yang terdampak bisa pulih secepatnya,” tambah Darmawan.
Baca Juga:
PLN Pulihkan Listrik di 261 Kampung, Aceh Tengah Masuki Fase Pemulihan Pascabencana
Perbaikan jaringan transmisi 150 kiloVolt (kV) pada jalur Tarutung–Sibolga juga dilakukan bertahap dengan prioritas objek vital seperti fasilitas kesehatan, BTS telekomunikasi, dan posko pengungsian yang membutuhkan suplai listrik stabil untuk mendukung penanganan darurat.
Di sisi pembangkit, PLTA Sipansihaporas Unit 2 di Tapanuli Tengah berhasil dioperasikan kembali sejak 2 Desember dengan beban hingga 4,5 Megawatt sehingga menambah daya dukung sistem kelistrikan di kawasan terdampak.
Kolaborasi intensif antara PLN, Pemerintah Daerah, TNI, dan Polri menjadi penggerak utama percepatan karena setiap sektor harus bergerak pada waktu yang sama untuk menyelesaikan sisa pemulihan di titik prioritas yang belum dapat dipulihkan.
Baca Juga:
Menjemput Terang di Ujung Aceh, Kisah Perjuangan PLN ke Desa Terisolir
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.