WahanaNews.co | Sempat dinyatakan hilang dan meninggal dunia dalam peristiwa gempa
dan tsunami Aceh pada 26 Desember 2004 lalu, Ajun Brigadir Polisi Anumerta Asep
diketahui berada di Rumah Sakit Jiwa Aceh, di Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh.
Ajun Brigadir Polisi Anumerta Asep
saat itu merupakan seorang anggota Brimob Resimen II Kedung Halang Bogor yang
ditugaskan dalam pasukan Bantuan Keamanan Operasional Brimob Resimen II Kedung
Halang Bogor ke Kepolisian Daerah Aceh.
Baca Juga:
Gempa M 7,6 Guncang Wilyah Sulut: Peringatan Tsunami Hingga Radius 1000 Km
Ia diketahui adalah lulusan Sekolah
Tamtama Polri tahun 1999/2000.
Mondar-mandir dan Termenung
Baca Juga:
M 7,6 Guncang Laut Sulut, BMKG Peringatkan Gelombang Tsunami hingga 1.000 Km
Direktur Rumah Sakit Jiwa Aceh,
Makhrozal, menyatakan bahwa keberadaan pasien pria yang masih menjalani
perawatan psikis di rumah sakit jiwa tersebut sudah ada di sana sejak 2009.
Saat itu, pasien yang diketahui tidak
memiliki keluarga tersebut diantar oleh seseorang ke keuchik (Kepala Desa) dari
daerah Kabupaten Aceh Jaya.
"Karena sebelumnya pasien
mondar-mandir di sana, dia termenung-menung, sehingga
kemudian dia diantar ke mari, ke rumah sakit jiwa," kata
Makhrozal, saat dikonfirmasi wartawan, pada Kamis (18/3/2021).
Secara klinis, menurut Makhrozal,
pasien telah sembuh.
Pihak rumah sakit jiwa juga telah
beberapa kali mengantarnya ke daerah Kabupaten Aceh Jaya, selaku pihak yang
mengantarkannya kala itu.
"Pernah dipulangkan beberapa kali ke
sana, tetapi tidak ada keluarga, katanya, sehingga
kami bawa kembali ke rumah sakit jiwa," ungkapnya.
Diberi Nama Zainal Abidin
Makhrozal menyatakan, selama di rumah
sakit, pihaknya kerap memanggil pasien tersebut dengan nama Zainal Abidin.
"Di rumah sakit jiwa, karena kami tidak tahu namanya, sudah dinamakan Zainal Abidin di
sini," kata Makhrozal.
Usai viral di sosial media, sejak Rabu
(17/3/2021), pasien tersebut mulai dikunjungi oleh sejumlah personel
Kepolisian Daerah Aceh.
Walau diakui sebagai Ajun Brigadir
Polisi Asep, namun belum bisa dipastikan secara ilmiah.
Oleh karena itu, pihak Kepolisian
Daerah Aceh telah melakukan pengambilan beberapa sampel dari pasien guna
dilakukan uji.
"Tadi juga sudah dilakukan pengambilan
sampel sidik jari, kemudian juga sudah diambil sampel
darah untuk DNA. Mungkin nanti menunggu hasil dari dokter kesehatan Polda nanti
akhirnya," imbuh Makhrozal.
Masih Labil
Zainal Abidin, atau yang
diduga sebagai Asep, sebelumnya sempat dinyatakan hilang dan meninggal dunia
dalam peristiwa gempa dan tsunami Aceh pada 26 Desember 2004 lalu.
Saat itu, ia ditugaskan
dalam pasukan Bantuan Keamanan Operasional Brimob Resimen II Kedung Halang
Bogor ke Polda Aceh.
Meski begitu, pihak rumah sakit jiwa
belum bisa memastikan informasi tersebut.
Kondisi kejiwaan pasien hingga saat
ini belum stabil sepenuhnya, sehingga tidak bisa untuk dimintai
keterangan.
"Pasiennya juga belum bisa berbicara
dengan jelas, mungkin karena trauma akibat tsunami atau karena hal lain," kata
Makhrozal. [qnt]