Ia menambahkan bahwa kondisi tersebut membuat keluarga hidup dalam rasa cemas karena ucapan dan tindakan anaknya kerap tidak beraturan.
“Kadang ngomongnya juga sudah nggak karuan, kami sekeluarga sebenarnya takut dan khawatir,” imbuhnya.
Baca Juga:
Terancam Dipecat, ASN di Kebumen Terlibat Skandal Cinta Terlarang hingga Melahirkan
Mursiyah menegaskan pihak keluarga tidak pernah menginginkan insiden berdarah tersebut terjadi dan sangat terpukul atas meninggalnya petugas Satpol PP.
“Kami juga nggak mau sampai terjadi seperti ini,” ucapnya.
Ia menyadari kondisi kejiwaan anaknya membuat yang bersangkutan tidak mampu berpikir dan bertindak secara normal.
Baca Juga:
Mendorong Perluasan Areal Tanam di Kebumen dan Purworejo, Jawa Tengah
“Namanya orang sakit, kadang nggak bisa mikir normal,” katanya.
Pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengamankan sejumlah barang bukti senjata yang digunakan pelaku.
Penyelidikan masih terus dilakukan guna mengungkap secara menyeluruh rangkaian kejadian serta mengevaluasi prosedur penanganan ODGJ agar kejadian serupa tidak kembali terulang.