WAHANANEWS.CO - Seekor gajah Sumatera ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di area lahan konsesi di Kabupaten Pelalawan, Riau, memicu dugaan kuat pembunuhan terhadap satwa dilindungi tersebut, Jumat (6/2/2026).
Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau mengungkapkan adanya serpihan proyektil yang bersarang di bagian belakang tengkorak kepala gajah.
Baca Juga:
Amir Nyaris Tewas Diterkam Harimau Sumatera di Lampung Barat, Anak Selamatkan dengan Teriakan
"Posisi serpihan proyektil di bagian belakang tengkorak kepala. Bersarang di tengkorak," kata Pengendali Ekosistem Hutan Ahli BKSDA Riau, drh Rini Deswita, saat dihubungi wartawan, Jumat (6/2/2026).
Gajah Sumatera itu pertama kali ditemukan dalam kondisi sudah mati pada Senin (2/2/2026).
Saat ditemukan, kondisi bangkai gajah sangat memprihatinkan karena sebagian kepala hingga belalai telah hilang.
Baca Juga:
Jadi Lambang NKRI, Apakah Burung Garuda Benar-benar Ada?
"Sebagian kepala dari dahi, mata, dan belalainya hilang," ujar Rini.
Selain itu, kedua gading gajah juga tidak ditemukan di lokasi kejadian.
"Gadingnya juga hilang," tambahnya.
BKSDA Riau kemudian melakukan bedah bangkai pada Rabu (3/2/2026) untuk mengetahui penyebab kematian satwa tersebut.
Dari hasil pemeriksaan, gajah tersebut diperkirakan telah mati sekitar 10 hari sebelum ditemukan.
"Kondisinya sudah mengalami pembusukan, perkiraan kematiannya lebih kurang 10 hari," lanjut Rini.
Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menegaskan bahwa kematian gajah Sumatera tersebut merupakan akibat tindakan pembunuhan yang dilakukan secara sengaja.
"Gajah liar itu tewasnya dibunuh secara sengaja. Ini ulah orang-orang yang tidak bertanggung jawab," ujar Irjen Herry Heryawan saat menjawab pertanyaan mahasiswa dalam kuliah umum di Universitas Lancang Kuning (Unilak), Kota Pekanbaru, Jumat (6/2/2026).
Ia menyampaikan bahwa Polda Riau tengah mengusut kasus tersebut untuk mengungkap pelaku pembunuhan gajah liar itu.
Penyelidikan dilakukan dengan melibatkan Polisi Kehutanan dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kota Pekanbaru.
"Kemarin kita sudah melakukan olah TKP bersama Polisi Kehutanan dan BKSDA," imbuhnya.
Irjen Herry Heryawan yang dikenal vokal dalam isu pelestarian lingkungan menegaskan bahwa menjaga gajah Sumatera berarti menjaga warisan alam Riau.
Menurutnya, pembunuhan terhadap satwa dilindungi tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga merusak keseimbangan ekosistem secara permanen.
Kapolda Riau juga mengimbau masyarakat serta pihak perusahaan yang beroperasi di sekitar habitat gajah agar tidak melakukan tindakan anarkis apabila terjadi konflik antara manusia dan satwa liar.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]