WAHANANEWS.CO, Jakarta - Langit ibu kota akan sejenak meredup, ketika Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengajak seluruh elemen kota mematikan lampu secara serentak sebagai simbol komitmen terhadap bumi pada Sabtu (25/4/2026).
Pemprov DKI Jakarta menjadwalkan aksi pemadaman lampu ini sebagai bagian dari peringatan Hari Bumi yang juga akan berlanjut pada momentum Hari Lingkungan Hidup dan Hari Ozon.
Baca Juga:
6,9 Ton Ikan Sapu-sapu Dibasmi, DPRD Singgung Dipakai Pedagang
“Kegiatan pemadaman lampu bertujuan mendorong penghematan energi, mengurangi emisi gas rumah kaca, serta meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam upaya pencegahan dan pengendalian pencemaran lingkungan,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Dudi Gardesi Sadikin pada Jumat (24/4/2026).
Dudi menjelaskan bahwa pelaksanaan pemadaman dilakukan secara partisipatif oleh berbagai pihak, mulai dari pengelola gedung hingga penanggung jawab fasilitas penerangan sesuai dengan kewenangan masing-masing.
“Dilakukan secara partisipatif oleh pengelola atau penanggung jawab bangunan, fasilitas, serta penerangan sesuai kewenangan masing-masing,” katanya.
Baca Juga:
Perang Lawan Ikan Sapu-sapu, Wali Kota Jakpus Turun Tangan Selamatkan Ekosistem Sungai
Aksi pemadaman berlangsung selama satu jam penuh, tepatnya pukul 20.30 hingga 21.30 WIB, dan menjadi bagian dari implementasi Instruksi Gubernur Nomor 14 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Pemadaman Lampu.
Wilayah yang terdampak mencakup kantor pemerintahan hingga jalan-jalan utama di lima wilayah kota administrasi, dengan pengecualian untuk fasilitas vital seperti rumah sakit, puskesmas, dan klinik.
Berikut lokasi pemadaman lampu di jalan protokol dan arteri:
• Jakarta Pusat: Jalan Sudirman (Dukuh Atas–Gedung Sampoerna Strategic), Jalan MH Thamrin, kawasan Medan Merdeka (kecuali sisi utara Istana Presiden), Jalan Gerbang Pemuda–Asia Afrika, halaman Balai Kota, dan Kantor Wali Kota Jakarta Pusat.
• Jakarta Utara: Jalan Yos Sudarso, Komplek Kantor Wali Kota Jakarta Utara, dan Perintis Kemerdekaan.
• Jakarta Timur: Jalan Dr. Sumarno, Jalan Perintis Kemerdekaan, dan Komplek Kantor Wali Kota Jakarta Timur.
• Jakarta Barat: Jalan Daan Mogot, Jalan Kembangan Raya (depan Kantor Wali Kota Jakarta Barat), dan Komplek Kantor Wali Kota Jakarta Barat.
• Jakarta Selatan: Jalan Prapanca Raya, Jalan Gerbang Pemuda–Asia Afrika, Jalan Sudirman (Sampoerna Strategic–Patung Pemuda), dan Jalan Rasuna Said.
Tak hanya itu, ikon-ikon kota juga akan ikut “gelap sejenak” sebagai bagian dari simbol kepedulian lingkungan.
“Sejumlah monumen yang menjadi simbol Kota Jakarta turut dilakukan pemadaman,” ujar Dudi.
Adapun lokasi pemadaman di kawasan monumen meliputi:
• Gedung Balai Kota
• Monumen Nasional beserta air mancurnya
• Patung Arjuna Wiwaha beserta air mancurnya
• Bundaran Hotel Indonesia beserta air mancurnya
• Patung Pemuda beserta air mancurnya
• Patung Pahlawan
• Patung Jenderal Sudirman
Partisipasi juga datang dari sektor swasta, di mana gedung komersial, pusat perbelanjaan, restoran, hotel, hingga apartemen turut ambil bagian dalam aksi kolektif ini sebagai bentuk kontribusi terhadap pengurangan emisi karbon.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]