WAHANANEWS.CO, Jakarta - Percepatan transformasi sektor kelistrikan di wilayah DKI Jakarta kini kian menunjukkan hasil yang nyata. Hal ini dibuktikan dengan kesuksesan PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya dalam mencatatkan pertumbuhan bisnis melalui inovasi layanan dan perluasan infrastruktur.
Dalam ajang yang digelar Majalah Listrik Indonesia, General Manager PLN UID Jakarta Raya, Moch. Andy Adchaminoerdin, sukses menyabet predikat _'Leadership Excellence in Driving Electric Mobility Infrastructure and Consumer Engagement'_. Pencapaian tersebut mengantarkan sosok yang akrab disapa Andy Acha ini untuk menerima penghargaan Energy Executive Award 2026 di Assembly Hall Jakarta International Convention Center (JICC) Senayan, Jakarta, pada Rabu (22/7/2026).
Baca Juga:
Sambut Tahun Ajaran Baru, PLN UID Jakarta Raya Hadirkan Promo Diskon Tambah Daya 50%
General Manager PLN UID Jakarta Raya, Moch. Andy Adchaminoerdin mengungkapkan bahwa inovasi berkelanjutan adalah strategi mutlak perusahaan untuk menjaga daya saing. Langkah ini sangat penting guna melayani kebutuhan masyarakat ibu kota yang terus berkembang pesat.
"Strategi utama kami adalah bertransformasi dari sekadar penyedia listrik menjadi fasilitator gaya hidup ramah lingkungan. PLN selalu memastikan bahwa infrastruktur mobilitas listrik dapat diakses dengan mudah oleh seluruh warga Jakarta,” ungkap Andy Acha.
Kesuksesan tersebut terbukti jelas pada realisasi penjualan tenaga listrik bulan Juni 2026 yang menembus 3.411 Giga Watt hour (GWh). Angka ini berhasil melampaui target 3.301 GWh, sekaligus menunjukkan peningkatan signifikan hingga 10,27% dibandingkan pencapaian 3.093 GWh pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca Juga:
PLN Sukseskan Jakarta Fair 2026: 6,1 Juta Pengunjung dan Transaksi Rp8,2 Triliun Gerakkan Ekonomi Jakarta
"Pencapaian melampaui target di pertengahan tahun ini merupakan sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi Jakarta. Pertumbuhan ini menjadi representasi nyata dari geliat perekonomian masyarakat yang beriringan dengan transisi menuju energi modern,” papar Andy Acha.
Peningkatan konsumsi energi ini berjalan selaras dengan tingginya penggunaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di ibu kota. Pada semester satu tahun 2026, jumlah transaksi SPKLU telah menembus 1,08 juta, melampaui total transaksi di sepanjang tahun sebelumnya.
"Lonjakan angka transaksi SPKLU ini menjadi indikator kuat bahwa ekosistem kendaraan listrik di Jakarta telah diterima dengan sangat baik. Tren positif pada fasilitas publik ini nyatanya beriringan dengan kebiasaan baru masyarakat yang semakin nyaman mengisi daya kendaraannya langsung dari rumah," tambah Andy Acha.