WAHANANEWS.CO, Jakarta - PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya menyiapkan sebanyak 2.148 personel siaga guna menjaga keandalan pasokan listrik selama perayaan Idul Adha 1447 Hijriah. Ribuan petugas tersebut disiagakan untuk mengawal pasokan listrik di 486 masjid, lokasi pusat keramaian, hingga zona transportasi strategis di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Masa siaga kelistrikan berlangsung pada 26 hingga 31 Mei 2026. PLN UID Jakarta Raya memastikan kondisi sistem kelistrikan dalam keadaan aman dengan daya mampu pasok mencapai 11.675 MW dan beban puncak sebesar 5.882 MW, sehingga tersedia cadangan daya sebesar 5.793 MW atau reserve margin sekitar 52,69 persen.
Baca Juga:
Listrik Andal PLN Kawal Penyerahan Pesawat Rafale di Bandara Halim
General Manager PLN UID Jakarta Raya, Moch. Andy Adchaminoerdin, mengatakan PLN berkomitmen menghadirkan listrik andal tanpa gangguan agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan nyaman dan khusyuk selama momentum Idul Adha.
“PLN UID Jakarta Raya telah menyiapkan sistem kelistrikan berlapis, personel siaga, hingga peralatan pendukung untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah Idul Adha dengan aman dan nyaman tanpa gangguan kelistrikan,” ujar Andy Adcha.
Andy Adcha menambahkan, lokasi pantauan utama selama masa siaga berada di Masjid Istiqlal sebagai pusat pelaksanaan Salat Idul Adha nasional dengan menerapkan pengamanan berlapis melalui empat penyulang listrik, dua gardu induk, UPS, Battery Energy Storage System (BESS), hingga dukungan genset pelanggan guna memastikan pelaksanaan Salat Idul Adha berjalan tanpa kedip.
Baca Juga:
PLN Perkuat Keandalan Listrik di Fasilitas Transportasi Publik Jakarta Raya
Selain itu, PLN juga melakukan pengamanan kelistrikan di Istana Negara, Monumen Nasional (Monas), Bundaran HI, kawasan wisata Ancol, Kota Tua, TMII, hingga sejumlah simpul transportasi seperti Bandara Halim Perdanakusuma, Stasiun Gambir, Stasiun Pasar Senen, KCIC Halim, Terminal Pulo Gebang, dan Pelabuhan Tanjung Priok.
“Untuk memperkuat keandalan pasokan listrik, kami juga menyiapkan berbagai peralatan pendukung siaga seperti 58 unit UPS Mobile, 61 unit UGB, 11 unit UTB, 3 unit genset mobile, 86 mobil Yantek, dan 236 motor Yantek yang siap bergerak cepat apabila terjadi gangguan,” tambah Andy Adcha.
[Redaktur: Amanda Zubehor]