Kepala Dinas Perhubungan (Dishub)
Jabar, Hery Antasari, mengakui bahwa Tanjakan Cae merupakan
jalur rawan kecelakaan.
Menurutnya, tingkat kerawanan Tanjakan
Cae sama halnya seperti Tanjakan Panganten di Kabupaten Garut dan Tanjakan Emen
di Kabupaten Subang, yang juga kerap memakan korban jiwa.
Baca Juga:
DPD PDI Perjuangan Jabar Gelar Pendidikan Politik dan Konsolidasi Internal di Sumedang
Hery, yang
mengaku tengah berada di lokasi kejadian kecelakaan bus Sri Padma Kencana, mengungkapkan, pihaknya bersama kepolisian, Ditjen Hubdat, KNKT,
dan Jasa Raharja, tengah melakukan rekontruksi untuk
mengungkap penyebab pasti kecelakaan tersebut.
"Kita di sini masih olah TKP
(tempat kejadian perkara)," ungkap Hery, Kamis (11/3/2021).
Hery pun memaparkan sejumlah indikasi
terkait penyebab kecelakaan tersebut, salah satunya pemahaman sopir bus tentang
kondisi Tanjakan Cae, mengingat bus pariwisata nahas
tersebut bukanlah bus reguler yang selalu melintasi Tanjakan Cae.
Baca Juga:
Kemenag Atur Penyesuaian Tugas ASN, WFO Selama 3 Hari Saat Libur Nyepi dan Idul Fitri 2026
"Biasanya, jika pengemudi
memiliki pemahaman soal rute, mereka bisa mengantisipasi (kecelakaan),"
katanya. [dhn]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.