“PLN tidak tinggal diam. Tim relawan kami kerahkan untuk membantu membersihkan masjid-masjid yang terdampak parah. Proses pembersihan juga melibatkan pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat setempat agar bisa diselesaikan lebih cepat, dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan dan keamanan,” jelas Darmawan.
Selain pembersihan, PLN juga menyalurkan bantuan berupa peralatan salat, paket sound system, kubah, serta perlengkapan penunjang ibadah lainnya agar masjid dapat kembali berfungsi secara optimal.
Baca Juga:
Sinergi Pusat–Daerah dan PLN Percepat Pemulihan Infrastruktur Dasar Pascabencana
Dukungan tersebut disambut hangat oleh masyarakat. Salah satu jamaah Masjid Al-Huda, Kuala Simpang, Aceh Tamiang, Sulaiman, mengaku bersyukur atas bantuan yang diberikan PLN sehingga masjid kembali dapat digunakan untuk ibadah berjamaah.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PLN. Setelah banjir, lumpur sangat tebal dan masyarakat tidak mampu membersihkan sendiri. Kehadiran PLN dengan alat berat seperti buldoser dan backhoe sangat membantu, hingga akhirnya kami bisa melaksanakan salat Jumat bersama warga di minggu ketiga pascabencana,” ungkap Sulaiman.
Apresiasi serupa juga disampaikan pengurus Masjid Al-Ikhwan, Lampahan Timur, Bener Meriah, Rudi Muharram. Ia menilai bantuan PLN telah menghidupkan kembali aktivitas ibadah dan kegiatan keagamaan di masjid.
Baca Juga:
PLN Tuntaskan Pemulihan Listrik, Pemerintah Pacu Rekonstruksi Pascabencana
“Kami berterima kasih kepada PLN yang telah membantu membersihkan sarana ibadah kami dan juga memberikan perlengkapan ibadah. Sekarang masjid kembali bisa digunakan oleh masyarakat,” ucap Rudi.
Sementara itu, pengurus Masjid Al-Ikhlas, Kampung Rigep, Gayo Lues, Ali Amran, menyampaikan bahwa kehadiran tim PLN memberikan harapan baru bagi warga untuk bangkit bersama pascabencana.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada PLN yang telah banyak membantu, mulai dari pembersihan hingga sumbangan untuk rumah ibadah di Kampung Rigep ini,” tutup Ali.