WAHANANEWS.CO, Jakarta - Dua ruang kelas baru kini sedang dibangun untuk anak-anak SD Negeri 158309 Pandan 3, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, setelah wilayah tersebut terdampak banjir dan longsor pada 25 November 2025.
Pembangunan itu dilakukan Angkatan Laut Amerika Serikat atau US Navy bersama TNI Angkatan Laut melalui Engineering Civic Action Program atau Encap dalam rangkaian misi Pacific Partnership 2026.
Baca Juga:
Wanita Tewas di Tambora, Suami Siri Ditangkap Polisi Usai Anak Korban Mengadu ke Tetangga
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Tengah melalui Kabid, Johannes Simanjuntak, mengatakan pembangunan dua unit ruang kelas baru tersebut saat ini sedang berlangsung di SD Negeri 158309 Pandan 3.
"Sasarannya tahun ini Sekolah Dasar Negeri 3 di Pandan," ungkap Johannes pada wartawan, Senin (22/6/2026).
Johannes menjelaskan, pembangunan itu menjadi bagian dari kerja sama US Navy dan TNI Angkatan Laut dalam misi Pacific Partnership 2026 yang menyasar pemulihan fasilitas pendidikan di daerah terdampak bencana.
Baca Juga:
OJK Batasi Layanan Paylater, Ekonom INDEF: Pelindungan Konsumen Bakal Makin Kuat
"Ada dua unit ruangan baru yang sedang dibangun langsung oleh tentara Amerika Serikat," ungkap Johannes.
Program Encap disebut telah berjalan secara rutin dan pada tahun ini kembali menyasar Kabupaten Tapanuli Tengah untuk kedua kalinya.
"Tahun lalu, Angkatan Laut Amerika Serikat membangun SD Negeri 155890 Aek Tolang 2," ujarnya.
Johannes mengatakan, pada kegiatan 2025, Angkatan Laut Amerika Serikat sempat meninjau sembilan SD dan SMP di Tapanuli Tengah sebelum akhirnya memilih SD Negeri 158309 Pandan 3 sebagai sasaran pembangunan pada 2026.
"Jadi ini kali kedua, Angkatan Laut Amerika Serikat datang ke sini, dan kembali membantu pembangunan sekolah-sekolah yang ada di Tapanuli Tengah," ucap Johannes.
Pembangunan ruang kelas baru tersebut telah dimulai sejak Senin (8/6/2026) dan ditargetkan selesai pada Jumat (24/7/2026).
"Progresnya lagi berjalan dan direncanakan akan selesai pada 24 Juli 2026 nanti," kata Johannes.
Johannes menyampaikan, pihaknya belum mengetahui secara detail keistimewaan ruang kelas baru yang sedang dibangun maupun fasilitas apa saja yang akan disiapkan di dalamnya.
"Seperti apa hasilnya dan apa saja yang akan diisi untuk ruangan yang dibangun itu, saya belum tahu karena masih proses pengerjaan," sebut Johannes.
Ia memastikan proses pembangunan tidak menghambat kegiatan belajar mengajar di sekolah karena pengerjaan dilakukan dengan pengaturan yang tetap memperhatikan aktivitas pendidikan.
"Kegiatan ini dipastikan tidak akan mengganggu proses belajar mengajar, apalagi selama tiga pekan ke depan, anak-anak sudah mulai libur sekolah," ucap Johannes.
Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, mengatakan Encap merupakan bagian dari Operasi Militer Selain Perang atau OMSP yang diarahkan untuk mendukung pembangunan dan perbaikan infrastruktur masyarakat.
Program tersebut dilaksanakan TNI Angkatan Laut melalui kerja sama lintas negara dengan Angkatan Laut Amerika Serikat.
"Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan kepedulian Angkatan Laut Amerika Serikat yang bekerja sama dengan TNI membantu pembangunan fasilitas pendidikan di daerah ini," ucap Masinton.
Masinton berharap dua ruang kelas baru itu mampu meningkatkan kualitas sarana pendidikan serta memberi kenyamanan lebih baik bagi siswa saat mengikuti kegiatan belajar mengajar.
"Semoga kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar hingga selesai dan ruang kelas yang dibangun nantinya dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para siswa untuk mendukung kegiatan belajar mengajar," pungkas Masinton.
Indonesia menjadi salah satu negara yang dikunjungi Angkatan Laut Amerika Serikat dalam misi Pacific Partnership 2026 bersama TNI Angkatan Laut.
Misi tersebut dijadwalkan singgah di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, pada Selasa (21/7/2026) hingga Jumat (31/7/2026).
Selama berada di wilayah tersebut, tim akan menjalankan sejumlah program penanganan pascabencana, termasuk pembangunan sekolah, latihan tanggap darurat, layanan medis, dan dukungan pemulihan trauma bagi masyarakat.
"Kami melaksanakan misi yang disebut Pacific Partnership 2026 untuk membangun dan memelihara hubungan dan kerja sama regional dengan tujuan meningkatkan kesiapsiagaan dan ketahanan bencana di kawasan," kata Komandan Misi Pacific Partnership 2026 Captain Robert Reyes dalam konferensi pers melalui sambungan video, Rabu (17/6/2026).
Pacific Partnership 2026 akan mengunjungi lima negara, yakni Indonesia, Vietnam, Timor Leste, Malaysia, dan Filipina.
Misi itu juga memiliki proyek tambahan di Fiji dan Palau sebagai bagian dari penguatan kerja sama kemanusiaan dan kesiapsiagaan bencana di kawasan Indo-Pasifik.
Di Indonesia, sekitar 300 personel Angkatan Laut Amerika Serikat akan singgah di Kota Sibolga pada periode misi tersebut.
Tim tersebut akan melakukan latihan bersama TNI Angkatan Laut untuk memperkuat kemampuan tanggap darurat saat bencana terjadi.
Selain latihan, misi ini juga menyiapkan layanan medis bagi masyarakat Sibolga dan Tapanuli Tengah, termasuk layanan yang berkaitan dengan pemulihan trauma pascabencana.
"Kami bekerja sama dengan organisasi lokal dan regional untuk membantu menyediakan dukungan untuk layanan kesehatan mental," lanjut Robert.
Robert mengatakan, kerja sama dengan organisasi lokal diperlukan agar layanan yang diberikan tidak berhenti saat misi berlangsung, tetapi dapat berlanjut dalam jangka panjang.
Ia juga menyampaikan bahwa bencana alam dapat berdampak kepada siapa saja tanpa memandang ras, agama, gender, maupun kelas ekonomi.
"Karena itu, di masa tenang, kesiapsiagaan menghadapi bencana harus ditingkatkan," ujar Robert.
Menurut Robert, kesiapan menghadapi bencana harus dibangun sebelum keadaan darurat terjadi agar respons dapat dilakukan secara lebih cepat dan tepat.
Deputi Komandan Misi Pacific Partnership 2026, Kolonel Alain Lafreniere, mengatakan Pacific Partnership telah berjalan sejak 2006 sebagai respons atas bencana tsunami 2004.
"Pacific Partnership kini telah berusia 20 tahun dan tetap setia pada ide intinya, yaitu bantuan kemanusiaan, kesiapsiagaan bencana, dan penguatan kemitraan di seluruh kawasan Indo-Pasifik," tutur Alain.
Alain mengatakan, misi tersebut terus memperkuat kolaborasi dengan sejumlah negara agar kawasan Indo-Pasifik memiliki kapasitas yang lebih baik dalam menghadapi bencana alam.
Pembangunan dua ruang kelas di SD Negeri 158309 Pandan 3 menjadi salah satu bentuk nyata kerja sama kemanusiaan dan pemulihan pascabencana yang diharapkan memberi manfaat langsung bagi dunia pendidikan di Tapanuli Tengah.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]