WAHANANEWS.CO, Jakarta - Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KMP) di Jawa Timur melesat kencang, ribuan unit dikebut serentak hingga membuat provinsi ini disebut sebagai yang tercepat dan terbanyak progresnya secara nasional.
Sebanyak 8.494 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih kini berada dalam tahap pembangunan di Jawa Timur dan tersebar di 38 kabupaten/kota dengan cakupan sekitar 7.700 desa serta 770-an kelurahan.
Baca Juga:
Pacitan Diguncang Gempa 64 Magnitudo
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menyebut capaian tersebut sebagai lompatan signifikan dalam pengembangan Koperasi Merah Putih di wilayahnya.
Sudah 380 unit yang rampung 100 persen, sementara ribuan lainnya masih dalam proses pengerjaan di berbagai titik strategis.
“8.494 unit lainnya masih on progress dan tersebar di sekitar 7.700 desa dan 770-an kelurahan di Jawa Timur,” kata Emil saat meninjau pembangunan KMP Kutisari Surabaya, Rabu (18/2/2026).
Baca Juga:
Penyidikan Dipercepat, KPK Amankan Dua Mobil Terkait Kasus Maidi
Proses pembangunan KMP di Jatim berada di bawah arahan Pemerintah Provinsi bersama Kodam V/Brawijaya, dengan pengawalan ketat agar target percepatan tercapai sesuai rencana.
“Kami berkomitmen memastikan percepatan pembangunan KMP di Jatim berjalan terukur dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dari total hampir 900 koperasi yang telah dan sedang dibangun, sekitar 60 persen lokasi dinyatakan telah memiliki lahan serta memenuhi persyaratan teknis pembangunan.
“Sisanya kita carikan solusi, baik melalui penyesuaian desain maupun alternatif lahan,” ungkapnya.
Tidak boleh ada yang tertinggal, tegas Emil, sehingga seluruh desa dan kelurahan tetap terakomodasi dalam program strategis tersebut.
Wakil Panglima TNI, Tandyo Budi Revita, turut memberikan apresiasi terhadap progres pembangunan KMP di Jawa Timur yang dinilai menonjol dibandingkan provinsi lain.
“Dari sisi jumlah dan progres, Jatim paling cepat dan banyak,” sebutnya.
Hal tersebut, lanjutnya, menjadi bukti solidnya kolaborasi antara TNI dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mengawal program pemberdayaan ekonomi berbasis desa.
“Ini bukti solid kerja nyata TNI dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim,” pungkasnya.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]