Dalam musyawarah itu, kata kepada desa tersebut, hadir juga dari kepolisian, RT dan RW lingkungan setempat. Sementara oknum kepala sekolah berinisial Sz (60) telah keluar dari jabatan kepala sekolah tersebut.
“(Pelaku) kepala sekolah itu sekarang sudah keluar, sebelum dikeluarkan dia keluar sendiri. Dan santrinya (korban) sudah tidak tinggal di kobong itu juga,” jelasnya.
Baca Juga:
Mahasiswi di Kupang Jadi Pemasok Bocah Usia 5 Tahun Kasus Pencabulan Eks Kapolres Ngada
Dalam kasus ini dia mengaku prihatin. Dia berharap kejadian tersebut tidak terulang kembali.
“Pasti saya sebagai kepala desa khawatir, setelah kejadian ini jangan sampai terulang kembali. Insya Allah kita akan memonitoring setiap kejadian secara ketat," ujarnya.
Disebutkan, setelah adanya kasus tersebut pihaknya telah melakukan musyawarah dengan MUI di Desa tempat kejadian, khususnya para ulama tokoh masyarakat RT/RW dan lainnya.
Baca Juga:
Parah! Bocah Perempuan di Tebet Dilecehkan Tetangganya Usai Ibadah Sholat Subuh
“Kita memberikan sosialisasi untuk kedepannya jangan sampai ada kejadian seperti ini lagi,” bebernya. [sdy]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.