WAHANANEWS.CO, Bogor - Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bogor untuk segera merealisasikan pembebasan lahan pembangunan jalur khusus angkutan tambang.
Kebijakan ini menjadi solusi konkret dan berkelanjutan guna menjawab keluhan masyarakat di wilayah Bogor Barat yang selama ini terdampak langsung oleh aktivitas kendaraan tambang.
Baca Juga:
Dorong Percepatan Kawasan Hijau, Bupati Bogor Wajibkan Hutan Kota di Tiap Kecamatan
Penegasan tersebut disampaikan Rudy Susmanto saat berdialog langsung dengan perwakilan warga serta perwakilan massa aksi dari Kecamatan Cigudeg, Parungpanjang, dan Rumpin.
Dialog berlangsung di Kantor Kecamatan Cigudeg pada Senin (12/1/2026) sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah menyerap aspirasi masyarakat secara terbuka.
Dalam pertemuan itu, salah satu tuntutan utama masyarakat, yakni pembangunan jalan khusus bagi angkutan tambang, akhirnya memperoleh kepastian.
Baca Juga:
Pemkab Bogor Perkuat Transformasi Posyandu sebagai Garda Terdepan Layanan Dasar
Bupati Bogor menyampaikan bahwa pembebasan lahan untuk jalur tambang telah masuk dalam perencanaan dan dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bogor Tahun 2026.
Rudy memastikan bahwa anggaran pembebasan lahan tersebut telah disiapkan sebagai langkah awal untuk memisahkan jalur kendaraan tambang dari kawasan permukiman warga.
Pemisahan ini dinilai penting demi meningkatkan keselamatan pengguna jalan, menjaga ketenangan lingkungan, serta menciptakan kenyamanan bagi masyarakat sekitar.
Ia menegaskan bahwa proses pembebasan lahan jalur khusus tambang akan segera dilakukan dan dijalankan sebagai solusi jangka panjang.
Seluruh tahapan akan dilaksanakan secara transparan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, serta tetap memperhatikan aspek hukum, sosial, dan lingkungan.
Pemerintah Kabupaten Bogor, lanjut Rudy, juga terus membuka ruang komunikasi dan dialog dengan masyarakat, tokoh setempat, serta para pelaku usaha tambang.
Langkah ini dilakukan agar solusi yang diambil dapat berjalan adil, seimbang, dan berkelanjutan bagi semua pihak.
“Sejak beberapa bulan terakhir kami terus berkomunikasi secara intensif dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait operasional tambang di wilayah Bogor Barat. Alhamdulillah, respons dari Bapak Gubernur Jawa Barat sangat baik dan konstruktif,” ujar Rudy.
Ia menambahkan bahwa setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat, termasuk melalui aksi penyampaian pendapat, menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Bogor dan secara aktif dikomunikasikan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai pihak yang memiliki kewenangan terkait.
“Mudah-mudahan setelah proses appraisal selesai, kami dapat segera melakukan pembayaran pembebasan lahan. Ini adalah langkah konkret agar aktivitas tambang tidak lagi berdampak langsung pada jalan umum dan keselamatan masyarakat,” jelasnya.
Dengan demikian, pembangunan jalur khusus angkutan tambang dipandang sebagai langkah strategis jangka panjang untuk menjaga ketertiban lalu lintas, meningkatkan keamanan lingkungan, serta mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat di wilayah Bogor Barat.
“Bogor adalah rumah kita bersama. Pemerintah hadir untuk memberi kepastian, bukan sekadar wacana. Kami berkomitmen mengawal proses ini sampai benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkas Bupati Bogor.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]