WAHANANEWS.CO - Seorang perempuan berinisial YTT (29) ditemukan dalam kondisi luka berat setelah diduga disekap dan dianiaya oleh kekasihnya sendiri selama kurang lebih tiga tahun di sebuah indekos kawasan Cileunyi, Kabupaten Bandung.
Kasus ini terungkap setelah pihak keluarga menerima informasi melalui pesan WhatsApp dari orang tak dikenal yang menyebut korban berada di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, hingga akhirnya dilakukan pengecekan langsung ke lokasi pada Rabu (10/6/2026).
Baca Juga:
KPK Geledah Biro Jasa di Bali, Kasus Izin Tinggal WNA Seret Silmy Karim Makin Dalam
Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan korban sebelumnya dilaporkan hilang oleh keluarga sejak sekitar tiga tahun lalu tanpa diketahui keberadaannya.
"Setelah itu pelapor mendatangi RSHS dan diketahui bahwa korban dalam keadaan luka berat di bagian kepala, wajah, kaki dan luka ringan di bagian tangan," kata Hendra, Selasa (16/6/2026) dikutip dari detikJabar.
"Sebelumnya korban menghilang tidak ada kabar, dan tidak diketahui keberadaannya selama kurang lebih tiga tahun," ungkapnya.
Baca Juga:
Donny Purnomo Resmi Pimpin BSN, Standardisasi Nasional Masuk Babak Baru
Pihak keluarga kemudian melaporkan dugaan penyekapan dan penganiayaan tersebut ke Polda Jawa Barat pada Jumat (12/6/2026).
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menduga terlapor berinisial TH melakukan penganiayaan dengan berbagai cara, mulai dari pukulan tangan kosong, benda tumpul, hingga senjata tajam.
"Diduga selama rentang waktu tersebut mendapatkan perlakuan penganiayaan dari terlapor dengan menggunakan tangan, benda tumpul, senjata tajam, serta barang berharga milik korban hilang," ujar Hendra.
Korban juga dilaporkan mengalami luka berat yang berdampak pada kondisi penglihatan, kemampuan berbicara, hingga kesulitan berjalan, serta mengalami kerugian materiil sekitar Rp52 juta.
Adik korban, Syahrul (26), mengungkapkan keluarga sempat kehilangan kontak dengan YTT sejak 2023, meski sebelumnya korban masih sesekali memberi kabar melalui pesan singkat.
"Iya, langsung semenjak saat itu langsung lost contact aja sama Teteh," ujar Syahrul.
"Jadi selama tiga tahun kita enggak dapat kabar. Pernah sekali dapat kabar, katanya ada di Jakarta," tambahnya.
Syahrul menyebut keluarga juga sempat memviralkan pencarian korban di media sosial, namun kemudian mendapat tekanan untuk menghapus unggahan tersebut.
"Tapi tiba-tiba ada yang ngancam dan minta postingan itu dihapus. Kami curiganya itu mah si pelaku," ucapnya.
Setelah beberapa tahun tanpa kabar, keluarga akhirnya mendapat informasi bahwa korban berada di RSHS Bandung dalam kondisi kritis, sebelum kemudian terungkap dugaan penganiayaan yang dialaminya selama ini.
Syahrul juga menyebut terduga pelaku diduga bekerja sebagai penagih utang atau debt collector, dan pihak keluarga berharap kasus ini diusut tuntas.
"Kami pengennya usut tuntas, sampai dapat lah pelakunya, takutnya ada korban selanjutnya gitu. Hukum seberat-beratnya," katanya.
Hingga kini, Polda Jawa Barat masih melakukan pendalaman terkait kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan tersebut.
[Redaksi: Rinrin Khaltarina]