WAHANANEWS.CO - Banjir bandang yang melanda wilayah Padang, Sumatera Barat, menyapu kayu gelondongan dalam jumlah besar hingga berserakan di sepanjang pesisir. Pemandangan yang terekam dalam video amatir dan viral di media sosial itu memicu sorotan publik, terutama karena banyak yang mengaitkannya dengan praktik illegal logging di kawasan hulu.
Kayu gelondongan tampak menumpuk di garis pantai setelah banjir bandang menerjang beberapa hari terakhir. Tumpukan ini menunjukkan kuatnya arus air yang membawa material dari perbukitan hingga tiba di pesisir Padang.
Baca Juga:
Hilang Kontak Empat Hari, Wali Kota Sibolga Ditemukan Selamat Setelah Terjebak Longsor
Material kayu yang memenuhi pantai Air Tawar pada Jumat (28/11/2025) menjadi gambaran nyata dampak bencana di wilayah tersebut. Warga tampak berjalan di antara potongan kayu besar yang menumpuk di sepanjang pantai.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam melaporkan total 86 warga meninggal dunia akibat banjir dan longsor di lima kecamatan. Sementara itu, 88 orang lainnya masih dinyatakan hilang hingga Jumat (28/11) malam, berdasarkan keterangan Kepala Pelaksana BPBD Agam, Rahmat Lasmono.
Di Kecamatan Malalak, banjir bandang di Jorong Toboh, Nagari Malalak Timur, menewaskan 10 orang. Di Kecamatan Tanjung Raya, tanah longsor di Ariki, Nagari Dalko, merenggut dua korban. Di Kecamatan Matur, satu korban ditemukan meninggal akibat longsor di Kuok Tigo Koto, Nagari Matua Mudiak.
Baca Juga:
Kecelakaan Tengah Malam Merenggut Nyawa Gary Iskak, Polisi Ungkap Temuan Awal
Kecamatan Palembayan menjadi wilayah terdampak terparah dengan total 74 korban banjir bandang, tersebar di Jorong Koto Alam, Jorong Sumbarang, Kampuang Tangah, dan Jorong Kampung Tangah Timur. Seluruh jenazah korban telah dimakamkan di pemakaman keluarga.
Rahmat mengatakan ada 88 warga yang masih hilang, tersebar di Jorong Toboh, Nagari Malalak Timur; Sungai Batang Antokan; serta kawasan Nagari Kampung Tangah, Kecamatan Lubuk Basung.
Pencarian kembali dilanjutkan Sabtu pagi dengan melibatkan BPBD Agam, Basarnas Padang, TNI, Lantamal II Padang, Polri, Damkar Agam, Satpol PP, Dinas Sosial, PMI, Kelompok Siaga Bencana, pemerintah nagari, hingga relawan. Petugas juga mengevakuasi warga yang terisolasi akibat akses jalan yang terputus.