WAHANANEWS.CO, Jakarta - Alih-alih ikut masuk ke gorong-gorong, Gubernur DKI Jakarta Pramono justru melontarkan candaan yang langsung menyedot perhatian saat meninjau kerja bakti besar-besaran di Jakarta Timur.
Gubernur DKI Jakarta Pramono mengaku menolak masuk ke dalam gorong-gorong ketika meninjau saluran air di Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makassar, Jakarta Timur, dalam kegiatan kerja bakti bersih-bersih lingkungan pada Minggu (8/2/2025).
Baca Juga:
Estimasi Biaya Pembongkaran Tiang Monorel Hanya Rp300 Juta, Bukan Rp100 Miliar dari Total Biaya Termasuk Penataan Trotoar dan Badan Jalan
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla yang mendampingi Pramono sejak awal peninjauan.
Sambil berdiri di samping Jusuf Kalla, Pramono mengungkapkan bahwa keduanya sempat melontarkan candaan soal gorong-gorong.
“Tadi saya sambil bercanda sama Pak JK, ‘Pak JK, kita ini dibesarkan dalam teknokrasi, pasti Pak JK sama saya enggak mau masuk gorong-gorong, tapi yang bekerja adalah pikiran dan otaknya,’” kata Pramono.
Baca Juga:
Jangan Terkecoh oleh Visual Viral yang Mengkritik Pramono Anung: Pembongkaran Tiang Monorel Rp100 Miliar dan Penyesuaian Subsidi Pangan Rp300 Miliar
Ia mengklaim Jusuf Kalla tertawa mendengar candaan tersebut dan suasana peninjauan berlangsung santai namun tetap serius.
Peninjauan gorong-gorong sendiri selama ini kerap dilekatkan dengan sosok mantan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo yang dikenal beberapa kali turun langsung masuk ke saluran air saat melakukan blusukan.
Pramono dan Jusuf Kalla tiba di lokasi kerja bakti sekitar pukul 08.00 WIB dengan mengenakan pakaian kasual saat menyusuri kawasan permukiman warga.
Pramono tampak menyapa warga dan para petugas yang sudah berkumpul sejak pagi sebelum berjalan menyusuri jalan lingkungan untuk melihat langsung proses pembersihan.
Politikus PDI Perjuangan itu terlihat memperhatikan petugas yang membersihkan sampah di sisi jalan, sementara petugas lainnya memasukkan sampah ke dalam karung untuk kemudian diangkut.
Ia beberapa kali berhenti untuk berbincang dengan warga serta petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
Pramono juga meninjau pembersihan saluran air yang dipenuhi lumpur dan sedimen tebal akibat aliran air yang tidak lancar.
Di lokasi yang sama, petugas tampak mengeruk sedimen menggunakan sekop agar aliran air kembali normal dan tidak memicu genangan.
Sejumlah truk sampah didatangkan untuk mengangkut tumpukan sampah hasil kerja bakti dari kawasan tersebut.
Di sela-sela peninjauan, Pramono menyebut bahwa kegiatan bersih-bersih lingkungan dilakukan secara serentak di seluruh wilayah Jakarta dengan melibatkan berbagai unsur.
Ia menyampaikan bahwa ratusan ribu personel gabungan dikerahkan untuk mendukung kegiatan tersebut.
“Ini juga menindaklanjuti apa yang menjadi arahan Presiden ketika Rakornas kemarin, tetapi bagi Jakarta kegiatan seperti ini akan dilakukan secara rutin,” ujar Pramono.
Menurutnya, sebanyak 171.134 petugas gabungan dari Pemprov DKI Jakarta, PMI, TNI-Polri, serta unsur lainnya ikut terlibat dalam kerja bakti besar-besaran itu.
Selain personel, Pemprov DKI Jakarta juga mengerahkan 60 unit ekskavator untuk mengeruk sedimentasi di berbagai titik rawan genangan.
Sebanyak 144 unit dump truck turut disiagakan untuk mengangkut sampah dari 66 titik lokasi kerja bakti di seluruh Jakarta.
Di Jakarta Timur, fokus kerja bakti dipusatkan di kawasan permukiman warga RW 04 Kelurahan Cipinang Melayu yang kerap terdampak banjir luapan Kali Ciliwung.
Pramono menyebut kegiatan tersebut juga diinisiasi oleh PMI Pusat yang dipimpin Jusuf Kalla.
“Salah satu inisiator acara ini adalah PMI, dalam hal ini PMI Pusat Pak JK, beliau secara konkret memberikan bantuan berupa cangkul, sekop, gerobak, dan karung,” kata Pramono.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]