WAHANANEWS.CO, Medan - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) tengah membangun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) unggulan bidang pariwisata dengan konsep sekolah berasrama di Kabupaten Samosir.
Gubernur Sumut Bobby Nasution mengatakan sekolah asrama ini dirancang mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul yang siap mendukung pengembangan kawasan Danau Toba sebagai destinasi pariwisata kelas dunia.
Baca Juga:
Penganiayaan di Samosir Buka Kembali, Korban Sebut Perdamaian Terjadi Dalam Kondisi Tidak Stabil
"Kami sedang membangun sekolah unggulan di Samosir. Ini akan menjadi SMK pariwisata," ujarnya saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Punguan Simbolon dohot Boruna Indonesia (PSBI) dalam keterangan tertulis di Medan, Selasa (7/7/2026).
Menurut dia, sekolah tersebut tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga membentuk karakter maupun kesiapan mental siswa.
Ia memastikan seluruh kebutuhan pendidikan akan ditanggung pemprov setempat.
Baca Juga:
Potong 15 Persen Dana Bantuan, Kejaksaan Bongkar Modus Korupsi Kadis Sosial Samosir
"Skemanya adalah boarding (asrama), dan semua biaya ditanggung pemerintah. Bukan hanya materi pembelajaran, tetapi juga kesiapan mental siswa," ujarnya.
Pihaknya juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Samosir atas penyediaan lahan untuk pembangunan SMK tersebut.
Dia menyebut tahapan perencanaan saat ini telah berjalan dengan baik sehingga pembangunan dapat segera direalisasikan.
"Tanahnya sudah kami siapkan, untuk tinggal kami membangun. Jadi DED (Detail Engineering Design)-nya sudah kami buat," katanya.
Ia juga menekankan pentingnya transformasi pengelolaan kebudayaan di Sumatera Utara agar memberikan nilai tambah bagi masyarakat Sumut.
Sebab, ujar dia, pelestarian nilai-nilai budaya perlu dikembangkan melalui pendekatan industri kreatif, sehingga tetap lestari, dan sekaligus memberikan manfaat ekonomi.
"Kita bukan zamannya lagi hanya melestarikan secara statis, tapi bagaimana melestarikan melalui industri," katanya.
Ia juga mengusulkan integrasi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di seluruh wilayah Sumut sebagai salah satu solusi mengatasi persoalan penyediaan air bersih di berbagai daerah.
Ketua PSBI Effendi Simbolon menyampaikan tiga aspirasi utama yang menjadi persoalan mendasar di tengah masyarakat, yakni infrastruktur karena masih terbatas ketersediaan air bersih dan air irigasi di Samosir.
"Satu-satunya kabupaten yang di tengah air, tapi kekurangan air, baik air bersih maupun air irigasi," ujarnya.
Kedua, kata dia, operasional Aquafarm di kawasan Danau Toba.
Dia menjelaskan PSBI tidak menginginkan perusahaan tersebut ditutup, tetapi meminta adanya tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan.
"Kami tidak ingin menutup Aquafarm, tapi kami minta dengan Aquafarm agar melaksanakan water and wastewater treatment," katanya.
Selain itu, PSBI menekankan pentingnya menjaga dan melestarikan budaya Batak sebagai warisan leluhur yang menjadi identitas masyarakat.
"Kami hidup, dan dibesarkan sampai sekarang ini tidak terlepas dari DNA orang Batak. Itu, adalah budaya. Jadi mohon, karena di dalam budaya itulah ada seni, seninya bermacam-macam," katanya.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]