"Apabila mendapatkan laporan bencana, maka Satgas langsung menindaklanjutinya," katanya.
Salah seorang warga Gadih Angiak, Fitri mengatakan air Sungai Batang Masang meluap semenjak Minggu 16 Oktober sore, sehingga mengenangi halaman rumahnya dan perkebunan kelapa sawit milik warga.
Baca Juga:
Tapteng Diguyur Hujan, Pandan Tergenang, Tukka Terpantau Aman
"Air meluap semenjak Minggu (16 Oktober) sore dan air mulai mengenangi halaman rumah pada Senin (17 Oktober) pagi. Apabila seperti ini, maka air semakin tinggi," katanya.
Ia mengatakan, kondisi air sungai sejajar dengan permukaan tanah atau lahan tempat bangunan rumahnya itu.
Di lokasi sungai, tambahnya, banyak dihuni buaya muara dan dapur rumah berdekatan dengan sungai. Akibatnya, ia dan anaknya khawatir diserang buaya saat berada di perkarangan rumah.
Baca Juga:
BMKG: Waspada Hujan Lebat-Banjir Landa Wilayah RI
"Biasanya buaya berenang di sungai dan dengan kondisi air sungai besar, maka saya melarang anak untuk bermain keluar rumah," tandasnya. [Tio]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.