WAHANANEWS.CO, Jakarta - Tanpa pesta kembang api dan hiruk-pikuk selebrasi, malam Tahun Baru 2026 di Jakarta justru berubah menjadi panggung empati ketika Pemprov DKI Jakarta berhasil menghimpun donasi masyarakat sebesar Rp3,1 miliar untuk korban bencana di Sumatra.
“Ini merupakan kontribusi publik Jakarta, dan kami menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya atas kepedulian yang ditunjukkan,” kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat menghadiri perayaan malam Tahun Baru bertema Jakarta Global City: From Jakarta with Love di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Rabu (31/12/2025).
Baca Juga:
Kemnaker Rilis Standar Biaya Hidup Layak di 38 Provinsi, Jakarta Rp5,8 Juta Per Bulan
Perayaan malam pergantian tahun kali ini digelar Pemprov DKI Jakarta dengan konsep berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Alih-alih pesta kembang api, perayaan Tahun Baru 2026 diisi dengan penggalangan donasi dan doa bersama sebagai wujud empati terhadap bencana yang melanda Sumatra dan sejumlah wilayah lain di Indonesia.
Rangkaian acara tahun baru di berbagai titik Jakarta diawali dengan doa lintas agama yang melibatkan Forum Kerukunan Umat Beragama.
Baca Juga:
Ditreskrimsus Polda Jambi Tetapkan ED Tersangka Kasus Karhutla Seluas 189 H Di Desa Gambut Jaya
Pramono menyatakan doa serta bantuan moral, spiritual, dan sosial dari warga Jakarta diharapkan dapat meringankan beban masyarakat di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, serta wilayah terdampak lainnya.
“Beberapa penampilan musik malam ini juga disesuaikan sebagai wujud solidaritas dan kepedulian kepada saudara-saudara kita di daerah yang terdampak,” imbuh Pramono.
Ia menambahkan, selain donasi publik, sebanyak 10 persen pendapatan Ancol sebagai BUMD milik Pemprov DKI Jakarta pada Rabu juga akan disumbangkan untuk kepentingan kemanusiaan.
“Kontribusi dari Ancol tentu signifikan dan akan digabungkan dalam total donasi,” ujarnya.
Pramono menjelaskan penyaluran bantuan akan dikelola Pemprov DKI Jakarta bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional melalui mekanisme yang selama ini telah digunakan dalam penanganan bencana.
Di sisi lain, ia mengapresiasi respons positif masyarakat Jakarta terhadap kebijakan peniadaan kembang api pada perayaan malam tahun baru kali ini.
“Dukungan publik luar biasa. Ini mencerminkan empati dan kedewasaan masyarakat Jakarta yang plural,” ucap Pramono.
Ia menyebutkan format perayaan tahun baru akan dievaluasi untuk pelaksanaan di tahun-tahun mendatang.
Menurut Pramono, bagi dirinya dan Wakil Gubernur Rano Karno, momentum pergantian tahun tetap dimaknai sebagai waktu untuk terus bekerja dan melayani masyarakat.
Meski seluruh rangkaian acara malam tahun baru berakhir pada pukul 01.00 WIB, layanan transportasi publik tetap beroperasi hingga pukul 02.00 WIB.
Sementara itu, layanan Transjakarta pada koridor utama tetap beroperasi selama 24 jam untuk memastikan warga dapat kembali ke rumah dengan aman dan tertib.
Pemprov DKI Jakarta juga menyiagakan personel lintas perangkat daerah guna memastikan kondisi kota kembali normal pascaperayaan.
Sebanyak 3.395 petugas Dinas Lingkungan Hidup dikerahkan untuk menjaga kebersihan kota, 2.191 personel Dinas Perhubungan disiagakan demi kelancaran mobilitas, serta 1.692 personel Satpol PP menjaga keamanan dan ketertiban umum.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]