WAHANANEWS.CO, Jakarta - Produk-produk kreatif dari lima UMKM binaan PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya berhasil menarik perhatian pasar internasional setelah tampil memukau di ajang Migrant Arirang Multicultural Festival (MAMF) 2025 di Changwon, Korea Selatan.
Selama tiga hari penyelenggaraan, UMKM binaan PLN sukses menembus pasar global dengan mencatatkan omzet total 3.250.000 won, memperkuat bukti bahwa produk lokal Indonesia memiliki daya saing di panggung dunia.
Baca Juga:
Wamendag Roro Jajaki Kerja Sama Bidang Pemasaran Produk UMKM
Festival multikultural yang menghadirkan partisipan dari 13 negara ini menjadi momentum penting bagi UMKM untuk menguji minat pasar luar negeri. Ribuan pengunjung, termasuk warga Korea Selatan dan komunitas internasional, menunjukkan antusiasme tinggi terhadap produk khas Indonesia, terutama karya buatan tangan yang sarat nilai budaya.
General Manager PLN UID Jakarta Raya, Moch. Andy Adchaminoerdin, mengapresiasi keberhasilan tersebut sebagai langkah besar dalam memperluas pasar UMKM di level global.
“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa UMKM binaan PLN tidak hanya siap bersaing di dalam negeri, tetapi juga kompetitif di pasar internasional. PLN akan terus mendorong UMKM naik kelas melalui penguatan kapasitas, kurasi produk, hingga membuka akses ke berbagai pameran internasional,” ujar Andy Adcha.
Baca Juga:
Pemerintah Naikkan Plafon KUR Jadi Rp1 Miliar, Bunga Flat 6%,
Lima UMKM yang tampil Ghawean Dewe, Rumah Batik Palbatu, La Suntu Tastio, Hijasmita, dan Ichinogami menawarkan produk seperti boneka, scarf, outer, hingga kerajinan tekstil khas Indonesia. Produk-produk tersebut menjadi favorit karena keunikan desain, kualitas material, dan karakter budaya Nusantara yang kuat.
Putri Ayu Pratami, pemilik Ichinogami sekaligus salah satu peserta, mengungkapkan rasa bangganya.
“Kami sangat bahagia melihat bagaimana pengunjung Korea tertarik dengan produk kami. Banyak yang membeli karena menganggap desainnya lucu, artistik, dan punya ciri khas Indonesia yang kuat,” jelas Putri.