WAHANANEWS.CO, Jakarta - Hari apes memang tak pernah tercantum di kalender, dan ungkapan itu terasa nyata bagi Sakinah Al Janah, remaja 15 tahun asal Desa Kepuh, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, yang harus menjalani perawatan intensif setelah digigit anak ular kobra yang diduga berada di dalam paket belanja online.
Peristiwa mengejutkan itu bermula ketika Sakinah menerima paket berisi karpet yang dipesan secara daring dan melakukan pembukaan paket seperti biasanya pada Kamis (29/1/2026).
Baca Juga:
Rumah Warga di Madiun Jadi Sarang Kobra, 25 Ekor Ular Bersarang di Dalam Tanah
Diceritakan kakak korban, Devia Khaerunnisa, proses unboxing awalnya berlangsung normal tanpa tanda-tanda mencurigakan dari isi paket tersebut.
“Adik saya menerima paket seperti biasa. Isinya karpet. Karena ukurannya panjang, dibuka dengan cara ditarik dari atas. Dari karpetnya sendiri tidak ada apa-apa,” ujar Devia.
Setelah karpet dikeluarkan, plastik pembungkus paket kemudian dibuang ke tempat sampah tanpa disadari masih menyimpan sesuatu yang berbahaya.
Baca Juga:
Toga Wisuda UPI Mirip Jubah Ular Kobra Viral di Medsos
Tak lama berselang, seekor anak ular kobra tiba-tiba muncul dari dalam plastik tersebut dan langsung menyerang korban.
“Setelah bungkus plastik dibuang, ternyata ada seekor anak ular kobra. Secara refleks ularnya langsung menggigit tangan kiri adik saya, tepat di bawah siku,” jelasnya.
Devia mengaku pihak keluarga tidak mengetahui secara pasti dari mana asal ular tersebut, apakah berasal dari penjual atau dari proses pengiriman jasa ekspedisi.
“Masalah ularnya dari mana kami juga tidak tahu. Bisa dari penjual atau mungkin dari ekspedisi. Tapi memang saat paket kami terima, plastiknya sudah terbuka,” katanya.
Ia menambahkan, saat paket pertama kali diterima dan dibuka, ular tersebut sama sekali tidak terlihat sehingga keluarga tidak menaruh curiga.
Berdasarkan informasi yang diperoleh keluarga dari komunitas reptil, ular yang menggigit Sakinah diduga merupakan anakan kobra berbisa.
Meski demikian, hingga kini belum dapat dipastikan apakah ular tersebut termasuk jenis king kobra atau kobra Jawa.
Akibat gigitan tersebut, kondisi Sakinah masih lemas dan memerlukan penanganan medis intensif di RS Ir Soekarno Sukoharjo.
Pada hari yang sama, Kamis (29/1/2026), korban bahkan dijadwalkan menjalani tindakan operasi untuk penanganan lanjutan akibat bisa ular.
“Kondisi adik saya masih lemas dan hari ini ada tindakan operasi. Kami pakai dana umum. Kemarin kami sudah coba mengurus BPJS, tapi katanya harus menunggu 14 hari, padahal ini kondisi darurat,” ungkap Devia.
Di tengah situasi sulit tersebut, keluarga menegaskan tidak menuntut ganti rugi atau tuntutan apa pun atas kejadian yang menimpa Sakinah.
“Adik saya ini anak yatim. Kami tidak meminta apa-apa, hanya berharap kejadian ini bisa diperhatikan dan ditindaklanjuti pihak ekspedisi,” ujarnya.
Devia juga mengungkapkan bahwa pihak keluarga sebenarnya sempat berniat merekam proses unboxing paket sebagai dokumentasi.
“Awalnya memang mau video unboxing, tapi karena panik jadi tidak sempat,” pungkasnya.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]