Ia menjelaskan, karakteristik benda bercahaya tersebut berbeda dengan meteor pada umumnya, baik dari lintasan, kecepatan, maupun pola pecahannya.
“Kami melihat dari pergerakan dan serpihan yang tampak di video, itu tidak menunjukkan ciri khas meteor atau komet,” katanya.
Baca Juga:
Pengantin Baru di Lampung Tewas Tersambar Petir Saat Istri Main HP di Kamar
Menurutnya, hujan meteor biasanya terjadi secara periodik dan dapat diprediksi waktunya, sementara fenomena kali ini bersifat insidental.
“Kalau komet kemungkinan sangat kecil bisa pecah seperti itu, dan gerakannya juga cenderung lebih lambat dibanding meteor,” ujarnya.
Ia menambahkan, fenomena masuknya sampah antariksa ke atmosfer bumi bukan hal baru, namun jarang terlihat jelas oleh masyarakat karena biasanya terbakar habis sebelum mencapai permukaan.
Baca Juga:
Kerugian Rp205 Miliar, Mantan Bos Hutama Karya Diseret ke Pengadilan Korupsi Lampung
Kendati demikian, masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh spekulasi yang belum terverifikasi.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.