WAHANANEWS.CO - Korban penyekapan dan penganiayaan brutal selama tiga tahun di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, kini mendapat penanganan intensif dari tim medis khusus yang terdiri dari sejumlah dokter spesialis untuk memulihkan kondisi fisik dan kesehatannya.
Wanita berinisial YTR (29) yang diduga menjadi korban kekerasan oleh kekasihnya, Taufik Hidayat, saat ini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
Baca Juga:
BUMDes Sitinjo II TA 2025 Merugi Hingga Rp166 Juta
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Raden Vini Adiani Dewi, mengatakan tim medis khusus telah dibentuk sesuai arahan Gubernur Jawa Barat untuk menangani berbagai luka dan gangguan kesehatan yang dialami korban.
"Sesuai arahan Pak Gubernur, dibentuk tim medis ada spesialis bedah, bedah plastik, spesialis mata. Pokoknya satu tim yang akan menangani korban," kata Vini saat ditemui di Cisarua, Selasa (23/6/2026).
Menurut Vini, proses pemulihan korban tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat karena memerlukan serangkaian tindakan medis secara bertahap.
Baca Juga:
Tarif Transjakarta Rp3.500 Masih Bertahan, DKI Subsidi Hingga Rp3,75 Triliun
Tim dokter akan melakukan beberapa tahapan operasi dengan pemantauan ketat terhadap perkembangan kondisi korban setelah setiap prosedur dilakukan.
"Nanti operasinya bertahap, jadi satu operasi kemudian akan istirahat dan dipantau dulu karena ada beberapa kondisi yang harus diperbaiki. Jadi perawatannya membutuhkan waktu yang cukup lama," ujarnya.
YTR sebelumnya diketahui menjadi korban penyekapan dan penganiayaan yang diduga dilakukan Taufik Hidayat selama tiga tahun.
Korban diduga disekap di sebuah rumah kontrakan di Gang Mesjid, Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jawa Barat, Siska Gerfianti, mengungkapkan kondisi korban mulai menunjukkan perkembangan positif.
Meski masih dalam tahap pemulihan, korban disebut sudah dapat berkomunikasi dengan baik.
"Sudah, tapi tidak banyak, ya. Sekarang kita harapkan banyak beristirahat dulu untuk memulihkan kondisi fisik dan psikisnya," kata Siska pada Senin (22/6/2026).
Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan penanganan medis terhadap korban akan dilakukan secara menyeluruh, termasuk pemulihan fisik dan psikologis yang diperkirakan membutuhkan waktu cukup panjang.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]