WAHANANEWS.CO, Jakarta - Tak semua jurusan kuliah bergengsi identik dengan biaya mahal karena sejumlah kampus di Indonesia justru membuka jurusan S1 langka, bahkan satu-satunya di Tanah Air, dengan prospek kerja tinggi dan biaya kuliah yang relatif terjangkau.
Selama ini, sebagian besar perguruan tinggi menawarkan jurusan populer yang banyak diminati perusahaan, seperti ekonomi, pertanian, hingga kedokteran, sehingga program studi antar kampus kerap terlihat serupa.
Baca Juga:
Guru Agama SD di Sebatik Diduga Dikucilkan hingga Tunjangan Tak Cair
Namun, di balik arus besar jurusan favorit tersebut, terdapat sejumlah kampus yang menyediakan jurusan S1 langka yang jumlahnya sangat terbatas di Indonesia.
Karena tergolong langka, lulusan dari jurusan-jurusan ini justru memiliki peluang kerja yang luas dan tingkat persaingan yang relatif lebih rendah.
Menariknya, biaya kuliah di jurusan-jurusan ini tidak setinggi jurusan populer, dengan Uang Kuliah Tunggal tertinggi berkisar antara Rp 6.170.000 hingga Rp 12.500.000 per semester.
Baca Juga:
Orang Tajir, Negeri Kaya, Koruptor, dan Anak SD di Ngada–NTT: Siapa yang Bertanggung Jawab?
Meski hanya tersedia di satu kampus di Indonesia, prospek kerja lulusan jurusan langka ini terbilang cerah, bahkan banyak diburu perusahaan dan lembaga internasional.
Tak sedikit lulusan yang berpeluang memperoleh penghasilan tinggi saat memasuki dunia kerja, baik di dalam maupun luar negeri.
Daftar jurusan ini dapat menjadi referensi bagi calon mahasiswa yang ingin mendaftar perguruan tinggi negeri pada 2026 melalui jalur SNBP, SNBT, maupun jalur mandiri.
Berikut lima jurusan kuliah S1 langka di Indonesia dengan prospek kerja tinggi dan biaya kuliah relatif terjangkau.
Jurusan Astronomi di Institut Teknologi Bandung merupakan satu-satunya program studi astronomi di Indonesia yang memadukan matematika dan fisika untuk mengamati, menganalisis, serta memodelkan benda-benda langit.
Dalam perkuliahannya, mahasiswa memanfaatkan data alam semesta dengan dukungan statistika serta hukum fisika yang berlaku di bumi dan ruang angkasa.
Lulusan Astronomi ITB memiliki peluang kerja di berbagai lembaga pemerintah dan riset di banyak negara, termasuk lembaga antariksa seperti NASA maupun perusahaan swasta global seperti SpaceX.
Program Studi Astronomi ITB telah meraih akreditasi Unggul dari BAN-PT dan akreditasi internasional dari ASIIN, dengan biaya kuliah berkisar Rp 500.000 hingga Rp 12.500.000 per semester.
Jurusan Teknik Nuklir di Universitas Gadjah Mada menjadi satu-satunya program studi sejenis di Indonesia yang menyiapkan lulusan untuk kebutuhan energi dan teknologi nuklir.
Bidang keahlian Teknik Nuklir mencakup pembangkitan energi, pemanfaatan isotop dan radiasi di sektor industri, hingga layanan radiologi klinis seperti radiodiagnostik dan radioterapi.
Dalam perkuliahan, mahasiswa dibekali dasar matematika, ilmu sains, serta pengalaman eksperimen untuk memperkuat pemahaman praktis di bidang nuklir.
Biaya kuliah jurusan ini berkisar antara Rp 0 hingga Rp 12.300.000 per semester.
Jurusan Sastra Belanda hanya tersedia di Universitas Indonesia dan menjadi satu-satunya program studi Sastra Belanda di Tanah Air.
Mahasiswa mempelajari bahasa, sastra, dan kebudayaan Belanda, sekaligus terlibat dalam pengembangan penelitian dan pengabdian masyarakat yang relevan dengan tantangan nasional dan global.
Lulusan Sastra Belanda memiliki peluang karier sebagai penulis, akademisi, peneliti, pekerja bidang kebudayaan, hingga profesional kerja sama internasional.
Biaya kuliah jurusan ini berkisar Rp 500.000 hingga Rp 8.303.000 per semester.
Jurusan Manajemen Katering Industri di Universitas Pendidikan Indonesia menjadi satu-satunya program studi sejenis di Indonesia yang memadukan kuliner dan manajemen industri jasa.
Mahasiswa mempelajari pariwisata, kuliner dan pangan, pelayanan, bisnis, serta pengembangan produk kreatif yang hampir serupa dengan program perhotelan.
Lulusan jurusan ini berpeluang bekerja di sektor pariwisata, hotel, restoran, hingga industri katering skala besar.
Biaya kuliah Manajemen Katering Industri berkisar antara Rp 500.000 hingga Rp 6.170.000 per semester.
Jurusan Ilmu Keluarga dan Konsumen di Institut Pertanian Bogor mengombinasikan psikologi, sosiologi, komunikasi, manajemen, dan ekonomi untuk memahami dinamika keluarga dan perilaku konsumen.
Mahasiswa mempelajari teori keluarga, perkembangan anak, perilaku konsumen, serta pemasaran sosial untuk merancang program peningkatan ketahanan keluarga dan pemberdayaan konsumen.
Meski terdengar tidak umum, lulusan jurusan ini memiliki peluang kerja luas, mulai dari ahli pemberdayaan keluarga, konsultan CSR perusahaan, asisten peneliti, hingga pengelola program lembaga swasta maupun pemerintah.
Biaya kuliah Ilmu Keluarga dan Konsumen berkisar Rp 500.000 hingga Rp 11.000.000 per semester.
Kelima jurusan tersebut menjadi bukti bahwa jurusan langka di Indonesia tidak selalu identik dengan biaya mahal, namun justru menawarkan prospek kerja cerah dan peluang karier global bagi lulusannya.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]