"Kalau nyata betul, dan ini apalagi di pendidikan tinggi, ini berbahaya ini," sambungnya.
Abdul pun meminta pemerintah, khususnya Kemendikti Saintek, memberikan penjelasan terbuka agar tidak menimbulkan kecemasan berkepanjangan di kalangan masyarakat pendidikan.
Baca Juga:
Dihantui Kebocoran Data, Fintech Terus Tumbuh
"Ini mungkin barangkali sekilas perlu dijelaskan untuk barangkali juga memberikan ketenangan bagi masyarakat terutama komunitas pendidikan," kata Abdul.
Menanggapi peringatan tersebut, Sekretaris Jenderal Kemendikti Saintek Togar Mangihut Simatupang mengakui bahwa kebocoran data di dark web memang kerap terjadi dan menjadi persoalan global yang serius.
"Karena betul, Pak, data itu di dark web itu sudah terjadi, semua data, Pak, baik data pajak, data dari identitas lainnya, Pak, itu sudah ada di sana, Pak," jelas Togar.
Baca Juga:
Jadi Korban Bjorka, Anies: Salah Itu Data-datanya
Ia menyampaikan apresiasi atas peringatan dari DPR dan menyatakan kementeriannya akan menindaklanjuti isu tersebut secara serius.
"Nah ini sangat berbahaya sekali kalau memang data-data di dalam PDDikti mengalami kebocoran," ujar Togar.
Togar menegaskan pihaknya akan melakukan formulasi langkah-langkah pengamanan untuk mencegah dan memitigasi potensi kebocoran data pendidikan tinggi.