Di sisi lain, lulusan baru atau fresh graduate masih menghadapi tantangan besar di pasar kerja. Data Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika Serikat menunjukkan ekonomi AS hanya menambah 181 ribu pekerjaan sepanjang 2025, turun tajam dibandingkan 1,46 juta pekerjaan pada 2024.
Kondisi ini membuat banyak perusahaan mulai menahan perekrutan, terutama untuk posisi entry level.
Baca Juga:
Tekan Pengangguran, Disnakertrans Sumedang Hadirkan 2.750 Lowongan di Job Fair 2026
Laporan Ketenagakerjaan Lulusan 2025 dari perusahaan teknologi pendidikan Cengage Group bahkan menyebut pasar kerja bagi fresh graduate saat ini menjadi yang paling sulit dalam lima tahun terakhir.
Laporan tersebut menemukan hanya 30% lulusan yang berhasil mendapatkan pekerjaan sesuai bidang studinya. Selain itu, lebih dari 75% perusahaan mengaku merekrut jumlah karyawan entry level yang sama atau bahkan lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya.
Meski demikian, ada kabar baik dari sisi pendapatan. Survei NACE menunjukkan proyeksi gaji pokok tahunan lulusan perguruan tinggi pada 2026 meningkat di hampir semua bidang studi.
Baca Juga:
Menaker Larang Syarat Usia di Lowongan Kerja
Hanya jurusan ilmu sosial yang diproyeksikan mengalami penurunan gaji awal dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara mayoritas jurusan lain justru diperkirakan menikmati kenaikan gaji.
[Redaktur: Alpredo Gultom]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.