Kondisi ini menunjukkan bahwa keterbatasan ekonomi masih menjadi salah satu faktor utama yang menghambat lulusan SMA atau sederajat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Oleh sebab itu, program kuliah gratis diharapkan dapat menjadi solusi untuk membuka peluang pendidikan yang lebih luas sekaligus mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.
Baca Juga:
Mengenal Kecapi Dayak, Alat Musik Tradisional Sarat Makna Budaya dan Spiritual
Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menghadirkan pemerataan dan keadilan dalam bidang pendidikan bagi seluruh masyarakat.
“Melalui program ‘Satu Rumah Satu Sarjana’ dan kuliah gratis bagi 10.000 mahasiswa, kami bekerja sama dengan perguruan tinggi agar generasi muda Kalimantan Tengah mendapatkan pendidikan yang layak dan berkualitas. Ini adalah langkah nyata untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi,” ujar Gubernur Kalteng.
Selain meluncurkan program perluasan akses pendidikan tinggi, pada kesempatan yang sama juga dilakukan peresmian Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Obstetri dan Ginekologi di Fakultas Kedokteran Universitas Palangka Raya (UPR).
Baca Juga:
Viral! Langit Kalteng Berkilau Warna-warni, BMKG Pastikan Bukan Tanda Bencana
Program ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas tenaga kesehatan di daerah sekaligus menjawab kebutuhan tenaga medis spesialis.
Langkah tersebut sejalan dengan agenda percepatan pemenuhan tenaga medis yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto, yang menargetkan penguatan kapasitas tenaga kesehatan nasional untuk mengatasi kekurangan sekitar 70.000 dokter spesialis serta 140.000 dokter umum di Indonesia.
Di Kalimantan Tengah sendiri, kebutuhan tenaga medis spesialis masih menjadi tantangan serius. Dari total 22 rumah sakit yang ada di provinsi tersebut, baru 10 rumah sakit yang telah memenuhi standar ketersediaan dokter spesialis.