Sementara itu, pemerintah juga membuka pendaftaran guru untuk Sekolah Rakyat. Rekrutmen dimulai April 2025, dan dilanjutkan dengan pelatihan serta masa orientasi sebelum mengajar.
Dikutip dari laman resmi Kemensos, Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat, M. Nuh, menyampaikan bahwa guru akan direkrut dari 60.000 lulusan PPG Prajabatan. Selain itu, peluang juga dibuka bagi guru dari kalangan ASN.
Baca Juga:
Untuk Pendidikan Inklusif, Sekolah Rakyat Dinilai Jadi Jembatan Emas
“Kita ingin tahu para guru itu punya empati sosial. Tidak hanya dia punya kompetensi akademik yang bagus,” demikian ujar M. Nuh.
Seleksi dilakukan tidak hanya untuk menilai kemampuan akademis, tetapi juga empati sosial calon guru. Penempatan guru juga mempertimbangkan kedekatan domisili dengan lokasi Sekolah Rakyat.
“Ya, yang tinggal di dekat situ diprioritaskan bila mendaftar. Misalnya Sekolah Rakyat yang di Jakarta Selatan ya kita prioritaskan guru yang tinggal atau berada di sekitar Jakarta Selatan. Kalau nggak ada baru ke Jakarta Barat atau Jakarta Timur gitu, tentunya lah dicari yang paling dekat,” kata Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, seperti dilansir laman Antaranews.
Baca Juga:
Ombudsman Ungkap Konsep Asrama Sekolah Rakyat SD di Kepri Perlu Dievaluasi
Syarat Menjadi Guru Sekolah Rakyat:
- Terbuka untuk guru ASN dan non-ASN
- Lulusan PPG Prajabatan