Jisman mengatakan tahun 2025 targetnya seluruh masyarakat di Indonesia mendapatkan akses listrik. Akses listrik mampu mendorong minat belajar anak-anak sekolah, perekonomian masyarakat desa juga semakin meningkat sehingga mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ket foto: Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jisman P. Hutajulu saat menyampaikan sambutan dalam acara penyalaan listrik program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) di Desa Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Kamis (7/12). [WahanaNews.co/PLN]
Baca Juga:
ALPERKLINAS Apresiasi Komitmen Pemerintah Dukung Energi Terbarukan dengan Beri Waktu 30 Tahun Perjanjian Jual Beli Listrik EBT ke PLN
Wakil Walikota Bogor Dedie Abdu Rachim mengapresiasi upaya PLN dan pemerintah. Program BPBL ini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. "Program ini merupakan upaya kita untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kota Bogor. Terima kasih untuk PLN, Kementerian ESDM dan Komisi VII DPR RI," tegas Dedie.
Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Edi Srimulyanti menyampaikan komitmen PLN untuk mendukung pemerintah dalam mewujudkan energi berkeadilan di seluruh tanah air melalui pemerataan listrik. Kehadiran listrik PLN melalui BPBL ini diharapkan mampu mendorong roda perekonomian dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Sepanjang tahun 2023 ini PLN menjalankan program sambung listrik gratis kepada 125 ribu rumah tangga di 32 Provinsi di Indonesia.
Baca Juga:
Tarif Listrik April 2025 Tidak Naik, Ini Alasannya!
Ket foto: Direktur Retail dan Niaga PLN Edi Srimulyanti saat menyampaikan sambutan dalam acara penyalaan listrik program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) di Desa Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Kamis (7/12). [WahanaNews.co/PLN]
"Hingga hari ini, Alhamdulillah kami telah menuntaskan seluruhnya, bahkan mencapai 105 persen dari target dengan jumlah 131.600 rumah tangga mendapatkan listrik 24 jam," jelas Edi.
Khusus untuk di Jawa Barat, kata Edi ada 24 ribu rumah tangga yang mendapatkan program ini, sementara untuk Kota Bogor terdapat 2.580 rumah tangga.