WAHANANEWS.CO, Jakarta - Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran merespons positif rencana pembentukan enam Kawasan Ekonomi Khusus atau KEK baru yang masih menunggu persetujuan melalui peraturan pemerintah.
Kebijakan tersebut dinilai dapat menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi nasional apabila dikawal dengan tata kelola yang berpihak pada rakyat.
Baca Juga:
Potensi Investasi KEK Capai Rp846 Triliun, MARTABAT Prabowo-Gibran: Negara Harus Siap Eksekusi
Ketua Umum Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, mengatakan pembentukan KEK baru harus dibaca sebagai sinyal bahwa kepercayaan investor terhadap Indonesia tetap kuat.
Ia menilai kepercayaan tersebut menjadi modal penting bagi Indonesia di tengah kompetisi ekonomi global yang semakin ketat.
“Minat investor terhadap KEK menunjukkan bahwa Indonesia masih memiliki daya tarik besar,” ujar Tohom, Rabu (8/7/2026).
Baca Juga:
Investasi Kawasan Ekonomi Khusus Melonjak, MARTABAT Prabowo-Gibran: Saatnya Perizinan Dibuat Lebih Gesit
“Tetapi daya tarik itu harus diterjemahkan menjadi lapangan kerja, transfer teknologi, penguatan industri lokal, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar,” lanjutnya.
Menurut Tohom, pemerintahan Prabowo-Gibran memiliki momentum strategis untuk menjadikan KEK sebagai mesin percepatan hilirisasi, industrialisasi, pemerataan ekonomi, dan penguatan kemandirian nasional.
“KEK jangan hanya menjadi kawasan investasi yang ramai di atas kertas, tetapi harus menjadi pusat produksi, inovasi, ekspor, dan penciptaan nilai tambah yang benar-benar dirasakan oleh rakyat,” kata Tohom.