Mencetak pertumbuhan signifikan, jumlah transaksi untuk perlindungan ini meningkat hingga lebih dari 123 persen jika dibandingkan kuartal keempat tahun 2021.
Tidak dipungkiri, peningkatan transaksi yang dialami DANA juga dipengaruhi adanya peningkatan konsumen digital di Indonesia.
Baca Juga:
Percepat Infrastruktur Canggih, xAI Kumpulkan Pendanaan Rp97,4 triliun
Merujuk pada data yang dihimpun e-Conomy SEA 2021 (Google, Temasek, Bain & Company), ada 21 juta konsumen digital baru selama pandemi 2020 dan paruh pertama 2021.
Sebanyak 72 persen dari konsumen baru ini berasal dari area non-metropolitan, yang secara positif menunjukkan peningkatan penetrasi digital di pasar terbesar Indonesia.
Bank Indonesia pun mencatat transaksi uang elektronik yang terus mengalami pertumbuhan dari waktu ke waktu. Pada Februari 2022, nilai transaksi uang elektronik (UE) tumbuh 41,35 persen (yoy) mencapai 27,1 triliun rupiah.
Baca Juga:
Satori Sebut Semua Anggota DPR Komisi XI dapat Dana CSR BI
“Adanya pertumbuhan dalam ekosistem DANA membuat kami lebih percaya diri untuk terus mengembangkan dan menjalankan bisnis yang berkelanjutan.
Kami harap pertumbuhan ini membuktikan peran dompet digital yang secara konsisten berkontribusi aktif dalam percepatan literasi dan inklusi keuangan di Indonesia,” tutup Rangga Wiseno. [qnt]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.