Setelah sistem pembangkitan dan transmisi stabil, pasokan listrik akan secara bertahap dialirkan ke jaringan distribusi yang melayani masyarakat Aceh.
Penyaluran dilakukan melalui 20 unit gardu induk, 558 unit penyulang, serta 15.717 unit gardu distribusi yang tersebar di seluruh wilayah provinsi tersebut.
Baca Juga:
Hujan Lebat dan Banjir Mengintai, PLN Minta Masyarakat Perhatikan Keselamatan Listrik
Untuk memastikan seluruh tahapan pemulihan berjalan lancar, lebih dari 1.600 personel PLN masih disiagakan di lapangan hingga proses pemulihan kelistrikan pascabencana di Aceh benar-benar tuntas.
Darmawan menambahkan bahwa semangat dan ketangguhan masyarakat Aceh menjadi motivasi tersendiri bagi para petugas PLN dalam menjalankan tugas di lapangan.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (kiri), Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PLN, Edwin Nugraha Putra (kedua dari kiri) dan para petugas PLN ketika menyelesaikan pemasangan kabel di titik tower 142 pada jaringan transmisi Pangkalan Brandan - Langsa di Aceh Tamiang.
Baca Juga:
Penjualan REC PLN Tembus 6,43 TWh, Minat Industri terhadap Energi Hijau Terus Meningkat
“Kami belajar dari semangat dan perjuangan masyarakat Aceh yang tidak pernah padam untuk bangkit dari kondisi bencana ini. Maka tim PLN tidak pernah menyerah karena ini bukan hanya soal memulihkan pasokan listrik, namun ini adalah simbol api perjuangan rakyat Aceh," ungkapnya.
Darmawan juga menyampaikan bahwa hingga kini masih terdapat sejumlah wilayah yang tergenang lumpur dan air pascabencana.
Oleh sebab itu, proses penormalan jaringan listrik dilakukan dengan penuh kehati-hatian demi menjamin keselamatan masyarakat.