WahanaNews.co | Diketahui, Indonesia dan beberapa negara seperti Thailand dan Malaysia sudah bekerjasama untuk penggunaan mata uang lokal.
Namanya, local currency settlement (LCS).
Baca Juga:
Gempa Myanmar: 15 Korban Diduga Masih Hidup di Bawah Reruntuhan Gedung
Dengan LCS ini, transaksi perdagangan bilateral, investasi langsung, sampai turis dari negara-negara tersebut, bisa menggunakan mata uang lokal jika berwisata di negara itu.
Misalnya, turis asal Indonesia yang berwisata ke Thailand, bisa menggunakan rupiah untuk berbelanja di negara tersebut.
Bagaimana ya caranya?
Baca Juga:
Kesehatan Paus Fransiskus Membaik, Panjatkan Doa Untuk Myanmar, Thailand, dan Korsel
Direktur Eksekutif/Kepala Departemen Internasional Bank Indonesia (BI), Doddy Zulverdi, mengungkapkan, LCS ini juga bisa digunakan untuk sektor pariwisata.
"Bisa digunakan untuk transaksi ritel di sektor pariwisata. Ini kan berkaitan dengan jasa, sudah diterapkan di Thailand dan Malaysia," kata Doddy, dalam taklimat media, Rabu (8/9/2021).
Dengan LCS ini, wisatawan Indonesia yang ke Thailand bisa menggunakan mata uang sendiri untuk bertransaksi, begitupun sebaliknya.
Caranya dengan menggunakan QRIS atau QR yang sudah lintas batas negara yang sudah disediakan di toko-toko di negara tersebut.
Doddy mencontohkan, jika dulu wisatawan Indonesia belanja di Malaysia, maka tagihan yang masuk akan menggunakan mata uang lokal Malaysia, dikonversikan ke dolar AS, baru konversi ke Rupiah.
Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, Filianingsih Hendarta, menjelaskan, turis Indonesia tidak repot menukarkan uang atau mengambil uang di ATM bank-bank Thailand.
"Nah dengan adanya QRIS antar negara itu, kalau belanja apa-apa di sini pakai handphone tinggal ditempelin, mau ke mana, ke Thailand, udah engga usah tukar uang, tinggal ditempelin," kata dia.
Menurut dia, nantinya biaya transaksi dengan menggunakan QRIS jauh lebih murah dibandingkan dengan turis harus menukarkan uangnya di money changer atau mengambil uang di ATM.
"Pakai QRIS ini pasti biayanya lebih murah dibandingkan ambil uang di luar negeri, kalau QRIS ini engga usah mikir kalau mau berangkat ya berangkat aja asal diisi saldonya," jelas dia.
Filianingsih menambahkan, saat ini rencana penggunaan QRIS untuk berbelanja di Thailand masih dalam tahap pilot project.
Ia mengungkapkan, telah ada 11 Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) dan tiga bank, yaitu BRI, BNI, dan Bank BCA, yang ikut dalam proyek ini.
Namun demikian, dia menyebut, tidak menutup kemungkinan bagi PJP atau bank lainnya bisa mengikuti rencana ini, setelah pilot project berjalan dengan mulus.
"Kalau sudah berjalan, silakan PJP yang punya izin QRIS silakan ikutan, dan bank lain silakan ikutan," jelasnya. [dhn]