WAHANANEWS.CO, Jakarta - Transformasi besar-besaran tengah dijalankan PT PLN (Persero) setelah Badan Pengelola BUMN (BP BUMN) bersama Danantara Indonesia mendorong perampingan struktur usaha dengan target mengurangi jumlah entitas di lingkungan PLN Group dari 44 menjadi 23 entitas pada 2028.
Langkah strategis tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam pertemuan Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria dengan jajaran direksi PLN di Jakarta, Selasa (2/6/2026).
Baca Juga:
KLB KOWANI Tetapkan Yenny Wahid sebagai Ketua Umum Baru, Usung Lima Misi Transformasi
"Percepatan transformasi dan penguatan keandalan sistem kelistrikan menjadi kunci agar PLN semakin efektif mendukung ketahanan energi nasional," ujar Dony dalam keterangan resmi.
Dalam pertemuan tersebut, manajemen PLN memaparkan perkembangan program streamlining atau penyederhanaan grup usaha yang dilakukan melalui konsolidasi, divestasi, restrukturisasi portofolio bisnis, hingga penyederhanaan struktur perusahaan.
Program transformasi itu diarahkan untuk meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat tata kelola perusahaan, serta membentuk struktur bisnis yang lebih fokus, ramping, dan terintegrasi.
Baca Juga:
Dudung Beberkan Praktik Jual Beli Titik SPPG, Prabowo Disebut Ingin MBG Bersih dari Penyimpangan
Selain membahas restrukturisasi korporasi, PLN juga menyampaikan perkembangan pelaksanaan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034 yang menjadi peta jalan pembangunan ketenagalistrikan nasional.
Dari keseluruhan proyek yang telah direncanakan dalam RUPTL tersebut, sekitar 1.634 proyek atau hampir 40 persen dilaporkan telah memasuki tahap eksekusi.
Capaian itu mencakup berbagai pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, mulai dari pembangkit listrik, jaringan transmisi, hingga gardu induk yang disiapkan untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan energi nasional.
Pertemuan tersebut juga membahas berbagai langkah penguatan sistem kelistrikan nasional menyusul gangguan pasokan listrik yang sempat terjadi di wilayah Sumatera.
PLN disebut terus melakukan evaluasi secara menyeluruh guna meningkatkan keandalan sistem serta memperkuat kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Sejumlah proyek strategis juga tengah dipersiapkan, di antaranya pembangunan infrastruktur backbone kelistrikan Sumatera, jaringan transmisi bertegangan 500 kV, 275 kV, dan 150 kV, serta penambahan kapasitas pembangkit listrik di berbagai daerah.
Penguatan infrastruktur tersebut diharapkan mampu meningkatkan ketahanan sistem kelistrikan nasional sekaligus mengurangi risiko gangguan pasokan listrik di masa mendatang.
Melalui transformasi korporasi, percepatan implementasi RUPTL, serta penguatan jaringan kelistrikan nasional, PLN diharapkan semakin siap menjalankan perannya sebagai penyedia tenaga listrik yang andal sekaligus menjadi motor pendukung pertumbuhan ekonomi, investasi, dan transisi energi Indonesia.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]