Melalui berbagai kebijakan tersebut, pemerintah berharap harga obat dapat dijaga agar tetap stabil dan tidak membebani masyarakat.
"Bagaimana penggantian misalnya suplainya dari negara A, dia bisa pindah ke negara B. Dengan kebijakan-kebijakan ini, yang kami sudah ditandangani, saya yakin itu bisa menurunkan atau at least menstabilkan harga obat," kata Taruna.
Baca Juga:
Pemkab Karawang Matangkan Prioritas Pembangunan 2026, Fokus Pendidikan, Kesehatan dan Infrastruktur
Pemerintah juga terus memantau perkembangan kondisi global yang ikut memengaruhi rantai pasok bahan baku farmasi dunia.
Selain faktor pelemahan rupiah, konflik geopolitik yang masih berlangsung di sejumlah kawasan turut berdampak terhadap ketersediaan dan harga bahan baku obat.
"Kita tidak bisa bohong, harga dollar naik, perang masih jalan, bahan baku berkurang, harga naik sedikit. Kita berharap jangan terlalu ekstrem naiknya," sambungnya.
Baca Juga:
Rusia Hujani Ukraina dengan 656 Drone dan 73 Rudal, Sedikitnya 9 Orang Tewas
BPOM berharap berbagai langkah mitigasi yang telah disiapkan mampu menjaga keseimbangan antara keberlangsungan industri farmasi nasional dan keterjangkauan harga obat bagi masyarakat.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.